KORAN INDONESIA – Apa itu tumor otak? Tumor otak adalah pertumbuhan sel di dalam atau sekitar otak. Tumor ini bisa muncul langsung dari jaringan otak maupun dari bagian sekitarnya, seperti saraf, kelenjar pituitari, kelenjar pineal, dan selaput otak.
Melansir Mayo Clinic, berikut jenis dan gejala tumor otak yang perlu diketahui.
Tumor yang muncul langsung di otak disebut tumor otak primer. Sementara itu, kanker dari bagian tubuh lain yang menyebar ke otak disebut tumor otak sekunder atau metastasis.
Ada tumor otak yang bersifat jinak (nonkanker) dan ada juga yang ganas (kanker). Tumor jinak biasanya tumbuh perlahan, sedangkan tumor ganas bisa berkembang cepat dan merusak jaringan otak.
Tumor otak bisa sangat kecil hingga besar. Ada yang cepat terdeteksi karena menimbulkan gejala, tetapi ada juga yang baru ketahuan setelah ukurannya besar karena tumbuh di bagian otak yang kurang aktif.
Jenis-jenis Tumor Otak
Jenis tumor otak ditentukan dari jenis sel yang menyusunnya. Pemeriksaan laboratorium khusus biasanya dilakukan untuk mengetahuinya.
Beberapa jenis tumor otak meliputi:
-
Glioma
Tumbuh dari sel glial yang mendukung sel saraf. Contohnya astrocytoma, glioblastoma, dan oligodendroglioma. Glioblastoma adalah jenis ganas paling umum. -
Tumor pleksus koroid
Berasal dari sel yang menghasilkan cairan otak (cairan serebrospinal). Bisa jinak atau ganas, dan lebih sering menyerang anak-anak. -
Tumor embrional
Berasal dari sisa sel masa janin. Biasanya ganas dan banyak ditemukan pada bayi serta anak-anak. Medulloblastoma adalah jenis yang paling sering muncul. -
Tumor sel germinal
Berasal dari sel reproduksi (germ cell) yang kadang berada di otak. Umumnya jinak, lebih sering ditemukan pada anak. -
Tumor pineal
Tumbuh di sekitar kelenjar pineal yang berfungsi mengatur hormon tidur (melatonin). Bisa jinak maupun ganas, seperti pineoblastoma. -
Meningioma
Tumbuh di selaput otak dan biasanya jinak. Ini adalah jenis tumor jinak paling umum. -
Tumor saraf
Pertumbuhan di sekitar saraf, salah satunya neuroma akustik (schwannoma), yang muncul di saraf penghubung telinga bagian dalam ke otak. -
Tumor pituitari
Terjadi di sekitar kelenjar pituitari, kebanyakan bersifat jinak. Craniopharyngioma termasuk jenis yang muncul di dekat area ini. -
Tumor langka lainnya
Bisa berasal dari otot, pembuluh darah, jaringan ikat, tulang tengkorak, hingga sel imun di otak, seperti pada limfoma sistem saraf pusat primer.
Gejala Tumor Otak
Gejala berbeda tergantung ukuran, lokasi, dan kecepatan pertumbuhan tumor.
Gejala umum meliputi:
-
Sakit kepala, terutama lebih parah di pagi hari.
-
Mual atau muntah.
-
Gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda atau kabur.
-
Hilang rasa atau sulit menggerakkan anggota tubuh.
-
Masalah keseimbangan dan bicara.
-
Mudah lelah, bingung, atau sulit mengingat.
-
Kejang tanpa riwayat sebelumnya.
-
Masalah pendengaran dan pusing.
-
Perubahan perilaku atau kepribadian.
Tumor jinak biasanya menimbulkan gejala secara perlahan dalam hitungan bulan atau tahun. Sebaliknya, tumor ganas menimbulkan gejala yang cepat memburuk hanya dalam hitungan hari atau minggu.
Sakit Kepala Akibat Tumor Otak
Sakit kepala adalah gejala paling sering ditemui pada penderita tumor otak. Rasa sakit muncul karena tekanan tumor pada jaringan otak atau pembengkakan yang meningkatkan tekanan dalam kepala.
Biasanya, sakit kepala lebih parah saat bangun tidur, bisa membangunkan saat tidur, atau makin terasa ketika batuk dan mengejan. Lokasi sakit kepala juga berbeda tergantung letak tumor di otak.
Gejala Berdasarkan Lokasi
-
Lobus frontal (depan otak): gangguan berpikir, perubahan perilaku, hingga masalah keseimbangan.
-
Lobus parietal (tengah atas otak): masalah indra, seperti gangguan penglihatan dan pendengaran.
-
Lobus oksipital (belakang otak): menyebabkan kehilangan penglihatan.
-
Lobus temporal (samping otak): memicu gangguan memori serta halusinasi bau, rasa, atau suara.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera temui dokter jika mengalami gejala yang tidak biasa, terutama sakit kepala yang semakin parah, gangguan penglihatan, atau kejang mendadak. Pemeriksaan lebih awal bisa membantu menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.***
Baca juga: Mengenal Infeksi Cacing Gelang Ascariasis: Penyebab Kematian Balita di Sukabumi