Ketahanan Pangan Desa Nanggerang Sukabumi, Panen Kacang Edamame 5 Ton Per Hektar, PT MBI Sebagai Offtaker

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Program Ketahanan Pangan desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada sektor pertanian yakni budidaya pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame.

Kepala desa Nanggerang, Unang Suwandi mengatakan bahwa program ketahanan pangan Tahun 2025 digulirkan pada sektor pertanian yakni penanaman pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame bekerjasama dengan PT Mandiri Banana Indonesia (MBI).

“Kami bekerjasama dengan PT MBI menanam pisang barangan jumbo merah, kacang edamame dan jahe, tujuannya untuk meningkatkan perekonomian dan PAD Desa,” Ujar Unang Kamis, 06/11/2025.

Luas Lahan yang Digunakan

Luas lahan di blok kebon Kawung yang ditanami pisang barangan jumbo merah, kacang edamame dan jahe, serta jagung luasnya sekitar 10 hektar.

“Dan khusus untuk kacang edamame kami tanam dilahan sekitar 5 hektar, karena kacang edamame panennya lebih cepat hanya butuh 60 hari dari saat masa tanam itu sudah bisa panen,”katanya.

Panen Kacang Edamame

Selanjutnya Unang mengungkapkan saat ini pihaknya sedang panen kacang edamame di luas area 5 hektar, panen sudah dimulai sejak Senin awal pekan ini. Dan hari ini secara simbolis panen itu dihadiri jajaran direksi dan komisaris PT MBI, Ketua umum PPK Kosgoro dan Koperasi.com, serta sejumlah undangan.

“Hasil panen kacang edamame dalam 1 hektar menghasilkan 5 ton, maka total area 5 hektar itu menghasilkan panen 25 ton,”tegas Unang.

Kehadiran PT MBI di desa Nanggerang sangat membantu masyarakat, terutama para petani, hasil panen petani tidak lagi bingung menjualnya kemana? Karena PT MBI sebagai offtaker langsung menampung hasil panen dari para petani.

“Harga yang sudah disepakati PT MBI dengan para petani dari awal penanaman yaitu Rp 10.000/kg,”ucapnya.

Penanaman Pisang Barangan Jumbo Merah

Kemudian Unang juga mengungkapkan awalnya kerjasama dengan PT MBI pada penanaman pisang BJM sejak awal Februari 2025 di area seluas 13 sampai 15 hektar dengan jumlah pohon pisang sebanyak 19.500 pohon.

“Jumlah pohon pisang yang kita tanam di bulan Februari 2025 lalu, insya Allah pada bulan Januari 2026 kita akan panen perdana, karena saat ini pohon pisang sudah mulai keluar jantung pisang,”ungkapnya.

Jumlah petani penggarap

Program ketahanan pangan yang digarap oleh para petani, terkait penanaman pisang, kacang edamame dan jahe menyerap tenaga kerja sekitar 40 sampai 50 orang.

“Tenaga kerja yang terlibat antara 40 sampai 50 orang itu saat ini mereka sudah merasakan manfaatnya, nunggu pisang di tahun pertama selama 11 bulan, tetapi kacang edamame setiap bulannya selalu ada yang kita panen,”Unang kembali menegaskan.

Terpisah di lokasi yang sama, Dirut PT MBI, Fachri Yulizar mengatakan bahwa panen edamame di desa Nanggerang bukan yang pertama kali tetapi sudah berkali – kali.

“Panen edamame hari ini adalah hasil tanam pada 26 Agustus 2025 lalu, dan pada panen saat ini disaksikan langsung Ketua Umum PPK Kosgoro dan Koperasi.com,”ujarnya.

Fachri juga menegaskan panen edamame hari ini dari kebun milik PT MBI sediri, tetapi ada juga yang plasma yang akan dipanen Minggu depan.

“Dengan masa tanam dan pola tanam kacang edamame berbeda, insya Allah kita setiap Minggu panen edamame selama satu tahun, dan khusus hari ini panen kacang edamame dari kebun PT MBI seluas 1 hektar hasilnya sesuai harapan dan mencapai 7 ton,”pungkasnya.***

Scroll to Top