Ribuan Warga Kurang Mampu di Dramaga Bogor Terima BLT Kemensos, Penyaluran Melalui PT Pos Indonesia

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Ribuan warga kurang mampu dari sepuluh desa di Kecamatan Dramaga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesra dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia dengan kriteria berdasarkan desil kependudukan.

Kemensos dalam penyaluran BLTS Kesra kepada warga kurang mampu menggandeng PT Pos Indonesia. Dan pembagian BLTS di Kecamatan Dramaga berlangsung sejak Selasa kemarin hingga hari ini, di area parkiran kantor Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan pantau koran Indonesia.net di lapangan, pembagian BLTS setiap harinya dimulai pukul 08 pagi hingga jam 16 sore. Warga kurang mampu tersebut rela antri berpanas – panasan demi BLT Rp 900 ribu rupiah.

Jumlah warga Penerima BLTS Kesra

Berdasarkan informasi dari staf Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Dramaga, M Zakir, pihaknya menerima tembusan data Barcode calon penerima BLT dari 9 desa se-Kecamatan Dramaga sebanyak 3.080 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Dari total jumlah KPM penerima BLT Kesra tersebar di sembilan desa dengan kuota sebagai berikut :

  • Desa Purwasari 340 KPM
  • Desa Sinarsari 606 KPM
  • Desa Dramaga 637 KPM
  • Desa Sukadamai 119 KPM
  • Desa Babakan 236 KPM
  • Desa Neglasari 288 KPM
  • Desa Ciherang 312 KPM
  • Desa Petir 70 KPM
  • Desa Sukawening 432 KPM

“Kami hanya baru terima data Barcode dari sembilan desa, sementara desa Cikarawang baru diterima lembaran barcode pada Rabu pagi kemarin, itupun data resmi dari Kementeriannya belum keluar, belum diketahui jumlah pastinya, Insya Allah mungkin untuk desa Cikarawang jika datanya sudah pasti dan jadwal penyalurannya sudah ada akan segera dibagikan,” kata M Zakir Kamis, 27/11/2025.

Pengakuan KPM Penerima BLTS

Salah satu Kelompok Penerima Manfaat (KPM), Hariati (27) ibu dua anak warga Kp Kuripan desa Sukadamai mengaku senang dirinya terdaftar menjadi penerima BLTS tahun 2025.

“Iya saya senang banget, terima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 900 ribu, uang ini akan saya gunakan untuk biaya sekolah anak, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari, beli sembako dan lain – lain,” kata Hariati.

Ia berharap kepada pemerintah BLT ini tidak setahun sekali, tetapi bisa dilakukan setahun dua kali, karena ini sangat membantu masyarakat di tengah semua kebutuhan pokok mahal – mahal.

Dan saya juga berharap, masyarakat yang kurang mampu yang namanya belum terdaftar menjadi penerima manfaat BLT, di periode berikutnya bisa terdaftar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah menyalurkan uang BLT ini, sehingga saya dan masyarakat lainnya benar – benar terbantu,” pungkas Hariati.***

 

Scroll to Top