BOGOR, KORAN INDONESIA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sa’uyunan desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dipercaya mengelola peternakan ayam petelur yang dibiayai dari Dana Desa tahun 2025 sebesar 20%, kini sudah terlihat menampakkan hasil.
Ayam petelur yang jumlahnya hampir 1.000 ekor dan telah berusia 21 Minggu kini sudah mulai bertelur, meskipun butirannya masih terlihat kecil – kecil, walaupun demikian, masyarakat di sekitar lokasi kandang yang terletak di Kp Cangkurawok, desa Babakan telah merasakan manfaatnya.
Diketahui Bumdes dari 10 desa se-Kecamatan Dramaga yang merealisasikan anggaran Dana Desa Tahun 2025 sebesar 20% ke peternakan ayam petelur yakni ;
- Desa Babakan
- Desa Sukawening
- Desa Sinarsari
- Desa Sukadamai
- Desa Neglasari (Ayam Pedaging)
Sementara lima desa lainnya merealisasikannya ke sektor peternakan dan perikanan serta pabrik tempe antara lain :
- Desa Cikarawang (Peternakan domba)
- Desa Ciherang, Desa Petir dan Purwasari (Peternakan budidaya pembesaran ikan nila)
- Desa Dramaga (Pabrik Tempe)
Panen Telur Ayam
Camat Dramaga, Atep S Sumaryo usai monitoring evaluasi pembangunan TPT, didampingi kepala desa Babakan M Yani berkesempatan meninjau lokasi peternakan ayam petelur yang dikelola Bumdes Sa-uyunan dan sekaligus memanen telur ayam.
Dalam kesempatan itu Ia mengatakan bahwa keberadaan peternakan ayam petelur ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Hasil panennya dijual di lingkungan sekitar, sehingga dapat meningkatkan gizi masyarakat.
“Kualitas telur masih fresh, jauh dari kadaluarsa, sehingga kami berharap dengan hadirnya peternakan ayam petelur ini bisa menekan angka stunting dan ibu hamil KEK serta dapat meningkatkan gizi masyarakat,” tegas Atep Selasa, 02/11/2025.
Sementara itu, Kepala desa Babakan, M Yani menuturkan peternakan ayam yang dikelola Bumdes Sa-uyunan kini sudah berjalan hampir tiga bulan. Dan saat ini ayam – ayam ini sudah mulai bertelur.
“Awalnya telur yang dihasilkan hanya 200 butir, terus berkembang secara bertahap, 400 butir, 500 butir dan saat ini sudah hampir mencapai 100% ayam semuanya sudah bertelur,”katanya.
Bobot Telur Per Kilogram
Lantas Yani juga mengungkapkan bahwa bobot telur per kilogram awalnya hanya 1 kilogram berbanding 21 butir telur, namun Alhamdulillah kini butiran telur sudah ada yang besar – besar butirannya sehingga dalam 1 kilogram berbanding 16 sampai 17 butir telur.
“Jadi kita harapkan beberapa Minggu ke depan telur yang dihasilkan butirannya sama dengan target 1 kilogram isi 15 butir,” ujarnya.

Hasil Produksi Telur
Selanjutnya Yani juga menjelaskan bahwa apabila produksi telur yang dihasilkan sudah stabil, maka target yang ingin dicapai dengan asumsi 1 kilogram isi 15 butir, maka hasil yang ingin di capai yaitu, 66,66 kilogram perhari.
“Target kami 66,66 kilogram perhari dengan kata lain hasil produksi 4 peti perhari, masing – masing peti memiliki bobot 15 kilogram,” tegas Yani.
Ketika disinggung realisasi anggaran Dana Desa 20% tahun 2026 yang akan datang, Yani menyebut akan dievaluasi dulu yang ada saat ini. Namun tidak menutup kemungkinan jika hasil evaluasi nanti ternyata hasilnya menguntungkan, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, usaha ini diperluas dan dikembangkan.
“Kita akan evaluasi, kalau ternyata hasil bagus, Bumdes untung, PAD desa bertambah, masyarakat juga diuntungkan dengan harga lebih murah dari pasar, kenapa tidak usaha ini terus kita kembangkan, dana desa 2026 untuk ketahanan pangan kami alokasikan kembali ke peternakan ayam petelur,” Yani kembali memegaskan.
Pengakuan Warga
Keberadaan peternakan ayam petelur yang dikelola Bumdes Sa-uyunan dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat sekitar. Salah satu warga bernama Ibu Upi mengaku sangat senang dengan adanya peternakan ayam petelur disini.
“Kami warga di sini bisa beli langsung ke kandang dengan harga lebih murah dibanding beli di pasar, selain itu telur di sini lebih fresh, masih hangat,” katanya.
Kemudian ia mengaku, setiap kali beli telur dikandang disamping untuk kebutuhan sendiri, juga dengan suka rela Ia membeli telur titipan para tetangganya.
“Ia saya beli untuk kebutuhan sendiri juga titipan para tetangga, 3 hari sekali beli disini , kadang 10 kilogram, kadang 11 kilogram bahkan pernah sampai 1 peti 15 kilogram,”tegasnya.
Kehadiran peternakan ayam petelur disini sangat dirasakan manfaatnya pak, oleh karena itu saya berharap peternakan ayam ini terus dikembangkan, dan semoga semakin maju.
“Telur itu kebutuhan sehari – hari, harga telur disini lebih murah, kami merasa terbantu, kami harapkan pemerintah desa Babakan terus mengembangkan usaha peternakan ini agar bisa bermanfaat terus untuk masyarakat,” ujar Ibu Upi mengakhiri percakapannya.***



