BOGOR, KORAN INDONESIA – Dana Desa yang digulirkan Pemerintah pusat, salah satu tujuannya untuk Program ketahanan pangan (Ketapang) di desa – desa seluruh Indonesia, salah satu desa yang menjadi penerima manfaat dana desa tahun 2025 adalah desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor.
Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dibiayai dari anggaran Dana Desa sebesar 20% berlangsung sejak tahun 2022 silam. Hingga saat ini program tersebut sudah berjalan empat tahun.
Tujuan dari program tersebut adalah untuk memastikan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang cukup, aman, serta bergizi bagi semua orang, kapan saja, untuk mendorong kemandirian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama petani), memperkuat ekonomi lokal, dan mewujudkan desa yang mandiri pangan serta tahan terhadap krisis, sambil memastikan kualitas gizi seimbang dan mengurangi kerawanan pangan.
Anggaran dana desa Tahun 2025 yang diterima pemerintah desa Sinarsari, sebanyak 20% direalisasikan pada sektor pertanian dan peternakan, yang pengelolaannya dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Kepala desa Sinarsari, Ukon saat dikonfirmasi di lokasi kandang ayam petelur mengatakan bahwa anggaran Dana Desa Tahun 2025, sebanyak 20% direalisasikan pada pertanian budidaya pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame, serta sektor peternakan budidaya ayam petelur.
“Program Ketahanan Pangan desa kami, tanam pisang jumbo merah, kacang edamame dan ayam petelur yang dikelola Bumdes Sinar Berkah,”kata Ukon Selasa, 16/12/2025.
Jumlah Pohon Pisang Barangan Jumbo Merah
Menurut dia pada penanaman Perdana pohon pisang pada akhir September 2025, sebanyak 600 pohon pisang yang kini sudah tumbuh subur di dua titik lokasi, yakni dilahan sewa dekat kantor desa, dan dilahan Pepabri.
“Kami tanam pohon pisang barangan totalnya 600 pohon, perkiraan panen pisang dibulan Juni 2026. Dan ditumpangsarikan dengan kacang edamame,” ujarnya.
Kemudian khusus di lahan milik Pepabri luas sekitar 5.000 meter, Bumdes Sinar Berkah tanam kacang edamame. Dan pada akhir November 2025 sudah panen perdana sekitar 1,3 ton.

Peternakan ayam petelur
Selanjutnya Ia juga menjelaskan selain tanam pisang dan kacang edamame, pihaknya juga melakukan budidaya ayam petelur.
“Kita ternak ayam petelur sekitar 1000 ekor lebih, dan sekitar 800 ekor ayam saat ini sudah bertelur. Dan untuk pemasarannya kita jual ke para pedagang telur sekitaran desa Sinarsari. Selain di jual kami juga memberikan porsi untuk penanganan stunting, Ibu hamil dan lansia,”tegas Ukon.
Gandeng Tenaga Ahli
Khusus untuk pengelolaan peternakan ayam petelur, pihaknya menggandeng tenaga ahli, dari mulai pembuatan kandang, pengadaan bibit ayam, pengadaan pakan hingga perawatan ayam.
“Kami menggandeng tenaga ahli terkait peternakan ayam petelur, oleh karenanya terkait perkembangannya silahkan ditanyakan langsung kepada ahlinya,”Imbuhnya.
Tenaga ahli peternakan ayam Bumdes Sinar Berkah, Herdadi PIZ saat dikonfirmasi di kandang ayam mengatakan bahwa peternakan ayam desa Sinarsari menggunakan sistem batre, satu selasar terdiri dari masing masing 3 susun dan panjang sekitar 30 meter.
Selanjutnya Ia menjelaskan bibit ayam yang digunakan yang berusia 13 Minggu, kemudian masuk dalam masa treatment selama 5 Minggu. Sehingga memasuki usia 18 Minggu kondisi ayam dipastikan sehat dan siap memasuki masa produksi.
“Pada saat memasuki masa produksi kami juga melakukan penyortiran, karena ayam tidak bersamaan bertelurnya, yang bertelur belakangan itu dipisah, cirinya dari jenger (Jawer di atas kepala) kalau masih pendek itu ayam benar masih muda dan tidak akan bertelur bersamaan dengan yang lainnya,” jelas Herdadi.
Menurut dia pada tanggal 19 Desember 2025 yang akan datang ayam akan genap berusia 20 Minggu. Dan saat ini yang sudah mulai bertelur sekitar 30% atau sekitar 300 butir telur per hari.
“Produksi 300 butir per hari bila dibandingkan dengan standar ISA itu sudah di atas rata – rata,”tegasnya.
Lantas ia juga menjelaskan puncak produksi semua ayam bertelur itu pada usia 26 Minggu dengan target 90%, artinya kalau jumlah 1000 ekor berarti sekitar 900 butir telur per hari. Bahkan mungkin bisa lebih antara 940 sampai 950 butir per hari.
“Masa produksi ayam bertelur itu targetnya 90 Minggu, akan tetapi bisa saja lebih dari itu, ketika target sudah tercapai tetapi produksinya masih bagus, mungkin bisa mencapai 100 sampai 120 Minggu,”Jelasnya.
Laporan (Rekording) Digital
Laporan perkembangan dibuat secara digital dan online, jadi yang berkepentingan Pak Kades, pengurus BUMDES bisa memonitor perkembangannya secara online setiap hari.
“Kami akan melaporkan setiap hari secara online. Yang kami laporkan jumlah butiran telor setiap hari, Jumlah kilogramnya, Jumlah pakannya, dan bahkan jika ada kematian ayam itu semua di report oleh petugas operator kandang setiap hari, jadi semuanya tercatat,” pungkasnya.***



