Samisade Rp 1 Miliar Rubah Jalan Desa Jadi Halus dan Tebing Rawan Longsor Jadi Kokoh di Desa Neglasari Bogor

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Pemerintah desa Neglasari telah merealisasikan bantuan keuangan infrastruktur desa dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2025 tahap I dan II pada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan aspal hotmix jalan desa di Kp Bojongsari RT 04 RW 01 dan Kp Cisasah RT 01 RW 06.

Pembangunan di Kp Bojongsari aspal hotmix dengan volume P. 810 M x L. 2,7 M x T. 0,03 M dan Tembok Penahan Tanah P. 295 M x T. 295 M. Dan di Kp Cisasah dengan volume P. 274 M x L. 3 M x T. 0,03 M dan volume TPT, P. 83 M x L. 5 M.

Diketahui, jalan yang dibangun dengan aspal hotmix di Kp Bojongsari menjadi jalan poros desa penghubung dengan desa Sinarsari dan desa Sukawening, sementara aspal hotmix di Kp Cisasah menjadi jalan penghubung dengan desa Petir.

Ketua Tim monitoring evaluasi (Monev) Kecamatan Dramaga, Hj Ine Handayani saat dikonfirmasi di lapangan mengatakan bahwa tim yang diturunkan untuk memeriksa secara fisik pembangunan infrastruktur TPT dan aspal hotmix terdiri dari Kasie Ekbang dan jajaran, pengawas lapangan, pendamping desa didampingi sekdes dan ketua TPK desa Neglasari dan jajaran.

“Monev ini dilaksanakan berdasarkan permohonan secara resmi dari desa Neglasari yang menyatakan bahwa pembangunan TPT dan aspal hotmix tahap II atau sebesar 40% dari anggaran satu miliar telah selesai dilaksanakan,”katanya.

Monev Pastikan Pembangunan Sesuai RAB

Monitoring evaluasi penting dilaksanakan lanjut Ine, karena untuk memastikan kondisi fisik di lapangan telah dikerjakan sesuai dengan RAB perencanaan, agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Selanjutnya Ia menegaskan bahwa pembangunan tahap I sebesar 60% telah selesai dilaksanakan dan sesuai dengan RAB perencanaan. Untuk tahap II saat ini tengah dilakukan pemeriksaan, mengukur ulang secara fisik pembangunan TPT dan aspal, dan hasilnya sudah sesuai RAB.

Namun saat dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan salah satu titik jalan yang amblas diduga ada kendaraan ( mobil ) yang lewat melebihi tonase beban badan jalan sehingga aspal hotmix ada sedikit kerusakan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan TPK desa, dan jalan ini memang masih dalam perawatan, dan kami sudah meminta untuk segera diperbaiki,”tegas Ine.

Jadwal Monev Desa Lain

Ketika disinggung lambatnya permintaan monev dari desa – desa yang melaksanakan pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor, mengingat waktu sampai akhir tahun tersisa tinggal 10 hari kalender, Ine mengatakan sudah berkoordinasi dengan para kepala desa masing – masing, mendorong agar bisa segera dilaksanakan monev, targetnya sebelum akhir tahun semuanya sudah tuntas.

“Ada empat desa lagi yang belum dimonev yakni desa Purwasari, Cikarawang, Sinarsari dan desa Sukawening, Kita harapkan di pekan depan 4 desa ini bisa dituntaskan,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala desa Neglasari, Yayan Mulyana saat dikonfirmasi terkait adanya jalan yang amblas saat dilakukan monev, Ia mengatakan bahwa amblasnya aspal hotmix itu diduga ada kendaraan yang ngangkut barang dengan tonase melebihi kekuatan beban jalan poros desa ini.

“Karena jalan ini memang masih dalam masa perawatan, kami akan segera perbaiki kembali, agar jalan ini kembali mulus,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu ia juga meminta kepada masyarakat terutama para sopir angkutan barang yang sering mengakses jalan ini, agar diperhatikan jumlah tonasenya, jangan sampai melebihi beban jalan ini, agar jalan tersebut bisa awet tidak cepat rusak.

“Kami atas nama pemerintah desa Neglasari dan pemerintah Kecamatan Dramaga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) yang telah mengucurkan anggaran APBD Kabupaten Bogor sehingga jalan di desa – desa menjadi rapih, nyata manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” pungkas Ine.***

Scroll to Top