BOGOR, KORAN INDONESIA – Puluhan Ayam petelur program ketahanan pangan tahun 2025 yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sinar Berkah desa Sinarsari dimangsa ular Phiton. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 29/12/2025.
Sebelumnya tidak diketahui penyebab kematian ayam petelur tersebut di dalam kandang, spekulasi dugaan kematian itu juga muncul, apakah karena keracunan dari pakan atau karena suhu udara yang berubah – rubah.
Dan untuk mengetahui kepastian penyebabnya, konsultan peternakan ayam tersebut mendatangkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil diagnosa pada ayam yang mati tidak ditemukan virus penyakit apapun, dan disimpulkan penyebab kematian ayam di dalam kandang dipastikan oleh jeratan kuat ular.
Penjaga kandang ayam petelur Bumdes Sinar Berkah, Edi saat dihubungi Koran Indonesia menuturkan kronologis terjadinya kematian puluhan ekor di dalam kandang.
Menurut dia kejadian pertama diduga pada Selasa, 30/12/2025 dini hari, pas pagi – pagi sekitar pukul 05.00 WIB dirinya siap – siap akan memanen telur dan memberi pakan, kedapatan ada 3 ekor ayam yang mati di dalam kandang.
Peristiwa itu, langsung dilaporkan kepada pak Herdadi PIZ (Konsultan) pengelola peternakan ayam ini, pada siangnya pak Herdadi membawa dokter hewan untuk memeriksa penyebab kematian 3 ekor ayam.
“Dari hasil pemeriksaan dokter hewan penyebab kematian ayam karena ular,”kata Edi Jumat, 02/01/2026.
Pada keesokan harinya yakni pada Rabu, 30/12/2025, Edi saat akan menjalankan tugas rutinitas bersihkan kandang, panen telur dan memberi pakan, Ia dikagetkan dengan ayam yang mati di dalam kandang cukup banyak jumlahnya mencapai 14 ekor.
“Ia kaget banget, ayam yang mati jumlahnya cukup banyak hingga empat belas ekor,” ujarnya.
Pengintaian di Kandang Ayam
Selanjutnya Edi penasaran, ditemenin sama rekannya pada malam pergantian tahun baru 2026 sekitar pukul 11.30 WIB Ia melakukan pengecekan ke kandang, dan kedapatan ada ular Phiton sudah berada di dalam kandang, dan telah memangsa 3 ekor ayam dan mati.
“Kami coba menangkap ular tersebut dibantu juga petugas Linmas desa Sinarsari, dan ular tersebut berhasil ditangkap, panjangnya 3 meter, beratnya 9 kilogram dan diameternya kurang lebih 20 sentimeter, dan total ayam yang mati dimangsa ular sebanyak 20 ekor,”tegasnya.
Setelah ular itu berhasil ditangkap tidak dimatikan tetapi dibawa ke kandang ayam yang di Yasmin untuk dipelihara, karena dari kandang ayam di sana juga sudah ada ular Phiton yang ditangkap. “Kita akan pelihara,” Edi kembali menegaskan.
Pohon Sereh Dipercaya ditakuti ular
Menurut Edi upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadi hal serupa, dan mencegah ular datang kembali, disekitaran kandang ayam ditanami pohon Sereh.
“Kami akan tanami pohon Sereh konon katanya ular tidak berani mendekat pada pohon Sereh,” pungkas Edi.***



