BOGOR, KORAN INDONESIA – Desa Sinarsari Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor memiliki potensi alam yang luar biasa ciptaan yang Maha Kuasa, diapit dua situ, yakni situ Ciranji di Kp Ciranji dan situ tengah di Kp Randu Sari. Di kawasan situ Ciranji rimbun dengan pepohonan yang nyambung ke Kp Cibeureum Tengah. Begitu pula halnya Situ Tengah, rimbun pepohonan hingga nyambung ke Kp Lampingsari.
Jika diperhatikan secara seksama kontur tanah dan rimbunnya pepohonan serta lembabnya tanah alam desa Sinarsari sangat dimungkinkan adanya habitat ular dan binatang melata lainnya untuk berkembang biak. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pembangunan terus berkembang diduga habitat ular dan binatang lainnya mulai terusik.
Habitat Ular Terusik
Pada sisi sebelah timur di desa Sinarsari sedang ada pembangunan salah satu perumahan yang pintu gerbang masuknya dari desa Dramaga. Dan pada sisi sebelah barat juga sama tanahnya sedang di buldozer untuk perumahan bersubsidi yang gerbang masuknya dari desa Neglasari.
Kemunculan ular Phyton yang memangsa 20 ekor ayam petelur program ketahanan pangan tahun 2025, kuat dugaan ular tersebut habitatnya terganggu dan lapar sehingga mencari mangsa di sekitaran rumah penduduk.
Sebelumnya juga pernah terjadi, salah satu warga Perumahan Alam Sinarsari RT 01/04 telah menangkap 2 ekor ular dari kandang ayam miliknya, dengan bobot yang hampir sama dengan yang ditangkap di dalam kandang ayam petelur, posisi kandangnya tidak jauh dari situ Ciranji.

Kawanan Monyet Sempat Singgah di Sinarsari Kini Menghilang
Selain ular, di desa Sinarsari sempat heboh munculnya gerombolan kawanan monyet yang meresahkan warga, ada sekitar 30 ekor monyet dengan ekor panjang berpindah – pindah tempat, mereka loncat dari satu pohon ke pohon lainnya. Kadang muncul di wilayah RT 05/01 Cibeureum Tengah, di wilayah RT 02/02 dan wilayah RT 05/02 Lampingsari.
Munculnya kawanan monyet di tengah pemukiman penduduk, diduga habitatnya terusik, mereka lapar dan mencari makan ke kebun – kebun milik warga bahkan ada yang menyatroni rumah warga hingga merusak atap rumah.
Kawanan monyet juga sempat membuat resah warga perumahan Alam Sinarsari RT03/04, karena sering jalan – jalan di atas atap rumah warga.
Kebun – kebun milik petani banyak yang dirusak kawanan monyet, mereka merusak tanaman dari umbi – umbian, kacang – kacangan hingga pisang. Dan berdasarkan pantauan Koran Indonesia kawanan monyet sempat menyerang warga Kp Cibeureum Tengah RT 02/02.

Setelah habitat aslinya diduga terganggu, kawanan monyet seolah mendapatkan rumah baru di desa Sinarsari, karena masih terdapat rimbunnya pepohonan yang nyambung dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Pasca pembukaan lahan untuk pembangunan kawanan monyet menghilang
Pasca adanya pembukaan lahan untuk pembangunan perumahan di Kp Lampingsari dan Ciranji Cibeureum Tengah desa Sinarsari, kawanan monyet yang meresahkan warga kini menghilang entah kemana, tidak nampak lagi berkeliaran di dekat pemukiman warga.
Kepala desa Sinarsari, Ukon saat dikonfirmasi Koran Indonesia via Telepon terkait hal tersebut enggan memberikan keterangan. Sementara staf desa, Acim Setiabudi mengatakan sebagai konsekwensi dari sebuah pembangunan tentunya diduga habitat binatang ada yang terganggu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terutama rumah warga yang berbatasan dengan kebun dan memiliki kandang ternak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.***



