BOGOR, KORAN INDONESIA – IPB University melalui program IPB Peduli bencana dan pengabdian kepada masyarakat kembali menunjukkan komitmen dalam memperkuat kepedulian sosial dan keberlanjutan pendidikan, menyalurkan Bantuan Bencana Sumatera Tahap II serta Beasiswa melalui Skema Deposito Wakaf.
Bantuan kemanusiaan untuk para korban banjir bandang di Sumatera secara simbolis diserahkan Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS) IPB University sekaligus penyaluran imbal hasil deposito wakaf tahap 3 jilid 1 dan tahap 1 jilid 2. Dan serah terima donasi berlangsung di Sekolah Bisnis IPB, Kampus Gunung Gede, belum lama ini.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet dalam keterangan tertulis diterima Koran Indonesia.net menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong civitas akademika dan alumni IPB University dalam merespons bencana di Sumatra. Sejak awal IPB University lanjut Dr Alim telah respons musibah bencana alam di Sumatera sebagai bentuk kepedulian IPB kepada para korban terdampak. Bantuan kemanusiaan diberikan secara berjenjang, dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
“IPB University fokus pada pengumpulan dana melalui UWDS, sementara penyaluran di lapangan dipercayakan kepada ARM HA (Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni) yang bergerak cepat dan adaptif,” ujarnya Kamis, 08/01/2026.
Jenis Bantuan IPB University
Menurut Dr Alim, bantuan yang disalurkan IPB berupa pangan dan obat-obatan, dukungan konektivitas darurat melalui penyediaan akses internet, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta inovasi pangan siap santap.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan berupa penyediaan 18 ribu paket nasi instan steril dan 13 ribu paket pangan bayi, yang dirancang untuk kondisi minim air bersih.
“Inovasi ini, kami telah melaporkan kepada Presiden dan berpotensi ditindaklanjuti sebagai solusi pangan darurat nasional,” katanya.
Bantuan IPB Jangka Menengah
Selanjutnya Dr Alim menegaskan bantuan IPB Jangka menengah, pihaknya akan mendorong rehabilitasi ekonomi berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan, serta penguatan resiliensi wilayah dan sumber daya manusia.
“Kami akan terus mendorong rehabilitasi ekonomi berbasis pertanian, peternakan dan perikanan agar warga terdampak kembali cepat pulih dan ekonomi kembali tumbuh,”tegasnya.
Afirmasi Calon Mahasiswa Baru
Dalam kesempatan itu Ia juga mengungkapkan bahwa IPB akan menetapkan Afirmasi akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari daerah terdampak bencana banjir bandang Sumatera.
“Kami akan menetapkan afirmasi bagi calon mahasiswa baru dari wilayah terdampak bencana melalui skema jalur khusus dan beasiswa,”Dr Alim kembali menegaskan.
Jumlah Donasi yang Diserahkan IPB
Sementara itu, Kepala UWDS IPB University, Prof Alla Asmara, dalam laporannya mengatakan total dana bantuan bencana Sumatra yang terkumpul hingga awal Januari 2026 sebesar Rp151 juta.
Selanjutnya Prof Alla mengungkapkan, penyaluran tahap pertama telah disalurkan Rp 50 juta. Dan pada tahap II sebesar Rp 80 juta melalui ARM HA IPB University.
“Kami telah menyerahkan bantuan uang tunai tahap I dan II total Rp 130 juta dan berupa paket makanan sebanyak 494 paket, yang diberikan kepada keluarga mahasiswa IPB yang terdampak,” tegas Prof Alla.
Program Deposito Wakaf
Dalam kesempatan itu Prof Alla juga menjelaskan capaian program Deposito Wakaf, yang hingga kini telah menyalurkan beasiswa sekitar Rp 909 juta kepada 270 mahasiswa.
“Kami menyalurkan kembali imbal hasil deposito wakaf jilid 1 tahap ketiga senilai Rp165 juta untuk 49 mahasiswa, serta penyaluran simbolis deposito wakaf jilid 2 senilai Rp155 juta,” jelasnya.
Ketua Umum ARM HA, Ir Ahmad Husein, MSi, menambahkan bahwa pihaknya terus melanjutkan bantuan di delapan kabupaten di provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, termasuk pembangunan sumur bor, pipanisasi air bersih, serta distribusi bantuan medis ke wilayah terisolir.
Melengkapi hal tersebut, Ketua Yayasan Alumni Peduli IPB (YAPI), Andi Irman Patiroi, menyatakan bahwa sinergi antara alumni dan IPB University melalui skema wakaf telah memperkuat keberlanjutan beasiswa. “Kolaborasi ini membuat pembiayaan beasiswa semakin berimbang dan berkelanjutan,”pungkasnya.***



