BOGOR, KORAN INDONESIA – Pemilik dapur SPPG-MBG Dramaga 2 yang beralamat di Jalan Lingkar Dramaga Kp Drabas desa Dramaga menyambut baik kedatangan tim dari Forkopimcam Dramaga bersama anggota dewan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor pada Kamis, 15/012026.
Menurut Ibu Masniati yang akrab dipanggil Ibu Yeti, saat dikonfirmasi Koran Indonesia Ia menyebut kunjungan pak Camat, Pak Kapolsek, Ibu Danramil, dan pak dewan sebuah kehormatan buatnya, bisa melihat langsung realita proses pembuatan makanan MBG di dapur miliknya.
“Kami merasa diperhatikan, dibantu dan didukung oleh Forkopimcam, anggota dewan dan aparat lainnya yang mengawal program MBG dapat berjalan lancar,” katanya.
Menurut pengakuan ibu Yeti, selama mengelola dapur MBG, secara umum sudah berjalan sesuai SOP dan sesuai harapan dari masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat. Mereka mengaku (para orang tua murid) makanan yang dibuat dan didistribusikan disukai dan dimakan oleh anak – anak mereka.
Kendala mengelola dapur MBG
Ketika disinggung kendala mengelola dapur MBG, Ibu Yeti menyebut kendala dari luar yang menggangu proses jalannya aktivitas dapur tidak ada, tetapi kendala itu selalu ada dari bahan baku, kadang barangnya tidak ada, kadang harganya yang tinggi, namun demikian kendala itu tetap bisa diatasi.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas makanan sesuai standar gizi dan sesuai budget yang sudah ditetapkan,”tegasnya.
Kuota MBG Dramaga II
Selanjutnya Ia mengungkapkan kuota MBG yang didapatkan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebanyak 2.900 penerima manfaat untuk di 4 sekolah di wilayah Kecamatan Dramaga.
“Kuota tersebut kami melayani 4 sekolah yakni SMPN 1 Dramaga, Sekolah Suwarna, Bina Insan Taqwa dan SMK Globin,” ujarnya.
Jatah Siswa PKL di Luar Sekolah
Kemudian Ia juga menjelaskan terkait jatah siswa (SMK) yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di luar sekolah tetap mendapatkan jatah makanan MBG. Akan tetapi makanannya itu tidak dalam bentuk masakan tetapi makanan kering sesuai usulan dari pihak sekolah.

Penerima jatah MBG
Menurut Ibu Yeti sesuai petunjuk teknis (Juknis) penerima jatah makanan MBG selain siswa siswi juga guru, Tata Usaha dan semua yang ada di lingkungan sekolah itu dapat jatah MBG.
“Sebagai contoh kami kirim jatah MBG ke SMP 1 Dramaga, jatah untuk siswa 1.200 dan untuk kebutuhan guru dan lain lain yang ada di sekolah itu ditambah 60, jadi total yang kami distribusikan setiap kali pengiriman sebanyak 1.260,”ucapnya.
Selain ke sekolah lanjut Ibu Yeti, pihaknya juga mengirimkan jatah MBG ke Posyandu, ada tiga posyandu yang dilayani yakni Posyandu Bugenvil, Sedap malam dan posyandu Anyelir.
IPAL dan pengelolaan Sampah
Jauh sebelum dapur ini beroperasi Ibu Yeti mengaku sudah mempersiapkan dapur ini dengan sebaik mungkin termasuk IPAL, jadi limbah pencucian bahan makanan maupun peralatan masakan termasuk baki makanan, sanitasinya itu tidak dialirkan ke selokan tetapi dialirkan ke dalam tanah seperti septitenk.
“Kami tidak mengalirkan air limbah ke luar tetapi di pendam ke dalam tanah, begitu juga limbah sisa makanan dan limbah sisa sayuran dan lain lain itu kita sudah bekerjasama dengan DLH,” ibu Yeti kembali menegaskan.
Dukungan dan support dari Forkopimcam tentunya ini menjadi pemantik semangat untuk terus bekerja memberikan terbaik untuk tumbuh dan berkembang anak bangsa dengan gizi yang seimbang.
“Harapan kami semoga semua masakan dan makanan yang kami berikan sesuai dengan selera, dapat diserap (dimakan) oleh semua kelompok penerima manfaat di semua level tingkatan,”pungkasnya.***



