GEGER di SUKABUMI ! Bocah NS (12) Sebelum Meninggal Mengaku Dipaksa Meminum Air Panas Oleh Ibu Tirinya, Ayah Korban Geram dan Meminta di Autopsi untuk Mengungkap Kematian Putranya !

Bagikan

SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Warga desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan kasus meninggalnya bocah berinisial NS (12) diduga mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.

Menurut keterangan yang dihimpun dari beragam sumber, bocah NS merupakan salah satu santri di pondok pesantren dibilangan Sukabumi, semasa hidupnya diakui teman – temannya anaknya cerdas, pintar dan pandai bergaul dengan kawan – kawannya satu pondokan.

Sebelum meninggal bocah NS sempat memberikan keterangan kepada ayah kandungnya, bahwa ia kerap mendapat perlakuan kekerasan dari ibu tirinya, bahkan sempat dipaksa untuk meminum air panas. Setelah mendengar pengakuan anaknya, ayah korban geram, marah dan sempat bersitegang dengan istrinya.

Kasus tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian setempat. Dan untuk memastikan penyebab kematian putranya, ayah korban meminta untuk dilakukan Autopsi, untuk mengungkap dibalik kematian putra kesayangannya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa hasil autopsi Tim forensik RS Bhayangkara Stukpa Polri pada Jumat, 20/02/2026, terungkap adanya sejumlah luka bakar pada tubuh korban, namun demikian penyebab penyebab kematiannya masih menunggu uji laboratorium.

“Dari hasil autopsi ditemukan luka bakar pada punggung, lengan dan kaki serta bibir atas dekat hidung ada bekas luka benda tumpul,” kata Kepala instalasi forensik RS Bhayangkara Stukpa Polri, Kombes dr Carles Siagian sebagaimana dikutip koran Indonesia.net dari beragam sumber.

Meskipun ditemukan banyak luka bakar pada tubuh korban, namun kata dr Carles secara medis belum bisa disimpulkan sebagai penyebab kematian korban. Tim autopsi juga telah memeriksa organ tubuh bagian dalam, seperti jantung dan paru – paru korban sedikit mengalami pembengkakan.

“Seharusnya luka bakar seperti itu, tidak sampai menimbulkan kematian. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari RS Polri di Jakarta, untuk memastikan. penyebab kematian korban,” pungkasnya.***

Scroll to Top