Cita Cita NS yang Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi Ingin Jadi Kiai, Ayah Korban Ungkap Kronologi Peristiwa yang Renggut Nyawa Anaknya !

Bagikan

SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Kasus kematian bocah NS (12) warga desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi menyita perhatian publik. Bocah nahas diduga mendapat tindak kekerasan yang dilakukan ibu tiri, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit.

Ayah korban, Anwar Satibi saat diwawancara awak media mengungkapkan bahwa peristiwa tragis yang dialami anaknya, bukan kali pertama, ini kejadian ke dua, kejadian pertama tahun lalu, saat anak saya berantem dengan anak angkat istrinya (bukan anak kandungnya dua orang, laku dan perempuan) justru istri saya malah yang memukuli anak saya dengan benda tumpul.

“Justru anak saya yang dipukuli oleh ibu tirinya. Kejadian pada waktu itu sempat dilaporkan kepada pihak berwajib, dan sampai saat ini laporan saya belum pernah dicabut,” katanya.

Menurut Anwar Satibi sekaligus sebagai Ketua yayasan forum silaturahmi barisan benteng Pajampangan Kecamatan Surade, peristiwa serupa pernah terjadi, namun dimediasi oleh pak H Isep.

“Dia sujud ke saya, jangan lapor ke pihak berwajib, mama mau tobat, mau benar, hingga pada waktu itu berakhir damai secara kekeluargaan,” ujarnya.

Saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang berada di dr gigi di bilangan jalur kota Sukabumi, lalu mendapat telepon dari istrinya, dan ia meminta agar saya segera pulang, karena NS sakit.

“Sesampainya di rumah kedapatan anaknya kulitnya pada melepuh, dan ketika dikonfirmasi kepada istrinya, istri saya menjawab, NS kan sakit panas, demam hingga kulitnya pada melepuh, tadinya saya percaya dan mau belikan obat salep kulit, agar luka melepuhnya sembuh,” ucapnya.

Cita Cita NS

Selanjutnya Anwar mengungkapkan bahwa cita – cita anaknya ingin menjadi Kiai, makanya dia sudah setahun ini mondok dipesantren. Bahkan pada saat dirawat di rumah sakit sempat saya kasih uang Rp 50 ribu, anak saya senang banget, dan ia sempat bilang buat bekal di pondok sambil uang tersebut di tempel di jidatnya.

“Yang sangat menyakitkan bagi saya, anak saya itu punya cita – cita mulia, ingin menjadi Kiai,” ujarnya sebagaimana dikutip koran indonesia.net dari Instagram @bewara_pangalengan pada Sabtu, 21/02/2026.

Proses hukum tetap berlanjut

Insiden yang merenggut nyawa anaknya, Anwar mengaku telah melaporkannya kepada kepolisian Polsek setempat, seharusnya sih ke Polres tetapi karena jauh, jadi Ia meloprkannya ke Polsek.

“Jika hasil forensik, dan uji laboratorium serta hasil penyelidikan pihak berwajib, ternyata terbukti kematian anak saya disebabkan dianiaya ibu tirinya, maka proses hukum tetap berlanjut, untuk memberikan efek jera, serta menjadi pencerahan buat masyarakat, manusia itu tidak boleh bertindak sewenang – wenang,” tandasnya.***

Scroll to Top