AI sangat penting untuk mengembangkan usaha kecil
BOGOR, KORAN INDONESIA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong talenta muda dan pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara strategis untuk meningkatkan produktivitas, kualitas kerja, dan peluang usaha.
Upaya ini diwujudkan melalui Creative Technology Future Talents Workshop bertema “AI for Business Development” di Auditorium Perpustakaan dan Galeri Bumi Parawira, Kota Bogor, Minggu (11/10).
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan teknologi merupakan salah satu fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Moms Ini Resep Ayam Goreng Basah Viral khas Bandung Lengkap dengan Sambal Bawang
Pemanfaatannya dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi, menganalisa dan memperluas jangkauan pasar, memahami konsumen, serta mengembangkan model bisnis baru.
“Bagi teman-teman yang sudah cukup familiar dengan AI, tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar bagaimana menggunakan AI, tetapi bagaimana menggunakannya secara lebih strategis untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai, termasuk bagaimana etika pemanfaatan AI,” ujar Dandy.
Ia menegaskan bahwa akses terhadap AI tidak otomatis membuat seseorang lebih inovatif atau bisnis berkembang.
Kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan, serta memeriksa dan memvalidasi hasil AI tetap diperlukan agar teknologi digunakan secara relevan, akurat, dan bertanggung jawab.
Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai penggunaan AI untuk mendukung pekerjaan dan pengembangan usaha.
Materi mencakup pengenalan tren AI, penyusunan prompt efektif, eksplorasi ide bisnis, riset target pasar, analisis Business Model Canvas (BMC), serta etika dan keamanan data.
Baca Juga: Gejala dan Penyebab Sirenomelia atau Sindrom Putri Duyung, Ketika Bayi Lahir dengan Kaki Menyatu
Workshop ini juga menghadirkan dua startup, Terang AI dan Kayu Rambat Labs, yang berbagi pengalaman mengenai penerapan AI untuk menjawab kebutuhan nyata.
Muhamad Fahriza Novriansyah, Co-Founder & CEO Terang AI, memperkenalkan pemanfaatan AI dalam pembelajaran yang lebih personal, termasuk untuk membantu persiapan ujian dan wawancara.
Terang AI juga meraih Excellence Award dalam BRICS Industrial Innovation Contest 2025 serta menjalankan inisiatif pembelajaran bagi pelajar dan pencari beasiswa di wilayah 3T.
Fahriza berharap pelatihan AI dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha.
Ia turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam ekosistem ekonomi kreatif di Bogor. Berbagai kegiatan, seperti Hari Jadi Bogor dan Festival Merah Putih, dapat membuka peluang manfaat ekonomi bagi UMKM, termasuk pedagang kecil.
Sementara itu, Rifyal Rachmat dari Kayu Rambat Labs memperkenalkan NusaPersona, platform riset pasar berbasis Agentic AI yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami respons konsumen dan memperoleh wawasan pasar.
Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Sekolah Inklusi
Teknologi ini dapat mendukung simulasi respons konsumen, pengujian asumsi bisnis, penentuan lokasi dan harga, serta validasi produk sebelum investasi dilakukan.
Kayu Rambat Labs merupakan peraih Juara II kategori Profesional dalam Bank Indonesia PIDI 2026 Hackathon. Kehadirannya memperlihatkan potensi AI dalam membantu pelaku usaha mengambil keputusan pengembangan produk secara lebih terarah.
Dandy menyampaikan bahwa Creative Technology Future Talents merupakan bagian dari program Aktivasi Creative Hub Kementerian Ekonomi Kreatif, yang bertujuan menghidupkan ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan konkret yang dapat dikembangkan menjadi karya maupun peluang usaha.
“Jadilah generasi yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengarahkannya untuk tujuan yang baik. Jadilah generasi yang tidak hanya melihat peluang, tetapi berani mewujudkannya,” tutup Dandy.
Baca Juga: Mengenal Sekolah Inklusi dan Manfaatnya
Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap talenta muda semakin siap memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab untuk mendorong inovasi serta memperkuat daya saing ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.



