SMARTPARENT.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong 100 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam pengembangan konten promosi dan pemasaran.
Melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub, para peserta mendapatkan wawasan dan praktik pemanfaatan AI untuk meningkatkan kreativitas, memperkuat strategi pemasaran, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Aktivasi Creative Hub: Oktober Kreasi – Creative Technology Future Talents yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Creative by Indonesia di Balai Harungguan Bolon, Conventry Hall, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (27/10).
Baca Juga: Anak Sering Begadang? Hati-hati Dampaknya Bisa Ganggu Kesehatan Mental Moms
Mengusung tema AI for Business Development: Pemanfaatan AI untuk Konten Promosi dan Pemasaran, kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku ekonomi kreatif.
Founder Viralin, Eka Darma Putra, yang hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya pelaku usaha menjajaki segmen pasar baru dan tidak hanya bergantung pada pelanggan yang selama ini menjadi sumber utama penjualan.
Menurutnya, potensi pasar di Parapat dan sekitarnya dapat dikembangkan melalui pendekatan pemasaran yang lebih luas, termasuk menjalin kemitraan dengan perusahaan swasta dan pelaku perjalanan wisata.
“Misalnya saat ini pelanggan yang banyak datang dari pemerintahan, mungkin bisa dilirik dari sektor lain seperti perusahaan. Bisa juga kerja sama dengan travel yang membawa wisatawan dari mancanegara,” ujarnya.
Eka juga mengingatkan bahwa keberhasilan promosi di media sosial tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas foto atau video produk.
Baca Juga: Kok Bisa Nyeri Haid Bisa Terjadi Setiap Bulan?
Pelaku usaha perlu membangun narasi yang menarik, menonjolkan keunikan produk, serta memahami faktor yang mendorong audiens untuk menonton, membagikan, hingga membeli produk yang ditawarkan.
Konsistensi dalam memproduksi konten menjadi salah satu kunci untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan peluang menjangkau lebih banyak calon pelanggan.
Karena itu, pelaku usaha perlu terus bereksperimen dengan ide dan pendekatan komunikasi yang relevan dengan target pasar.
“Konten yang bagus harus terus diproduksi. Bahkan ada yang sudah membuat 50 konten belum viral, kemudian ada satu yang viral. Biasanya produk lain akan berdampak juga,” katanya.
Menanggapi pertanyaan peserta mengenai cara membuat konten yang berpotensi viral, Eka menjelaskan bahwa jumlah penonton bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan.
Pelaku usaha juga perlu memahami daya tarik sebuah konten dan menemukan sudut pandang yang mampu membedakan produknya dari produk lain.
Pemanfaatan AI dapat membantu proses tersebut, mulai dari pencarian ide hingga penyusunan materi promosi.
Baca Juga: Merasa Anak Speech Delay? Ini 4 Ciri-ciri yang Mudah Dikenali Sebelum Terlambat
Namun, teknologi tetap perlu diarahkan dengan strategi dan kreativitas manusia agar menghasilkan konten yang memiliki karakter kuat.
“Pertama harus cari angle, jadi kita harus mengikat ceritanya. Walaupun prompt-nya di AI sama, hasilnya sudah pasti berbeda,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi, Direktorat Kreativitas Teknologi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Hario Bismo Kuntarto, menyampaikan bahwa AI dapat membantu pelaku usaha menghasilkan konten promosi secara lebih efisien dan mengembangkan strategi pemasaran sesuai kebutuhan pasar.
Menurutnya, potensi kuliner, budaya, produk lokal, dan destinasi wisata Simalungun dapat dipromosikan lebih luas melalui pengemasan konten yang kreatif.
Namun, pemanfaatan AI harus disertai proses verifikasi untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat dan bertanggung jawab.
“AI dapat membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi manusialah yang harus memastikan bahwa pekerjaan itu benar, bermanfaat, dan bertanggung jawab,” katanya.
Baca Juga: 100 Nama Bayi Perempuan Cantik yang Paling Banyak Dipakai di Indonesia
Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Dian Pratiwi, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan pemanfaatan AI dalam mendukung pengembangan usaha dan memperkuat pemasaran produk lokal.
Ia berharap wawasan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara langsung, baik dalam pembuatan konten promosi, pengembangan ide produk, maupun peningkatan penjualan.
“Sekarang zaman sudah canggih. AI membuat orang lebih cepat berpikir dan mengerjakan hal-hal manual. Penyampaiannya juga bisa lebih luas, termasuk dalam pemasaran,” ujar Dian.
Melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub ini, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku ekonomi kreatif di Simalungun untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.
Perpaduan kreativitas, pemahaman pasar, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.



