PADANG, KORAN INDONESIA – PT Pegadaian bersama Forum Tani Organik Terpadu Indonesia (FORTEGIF) menggelar pelatihan dan sosialisasi Program The Gade Integrated Farming (TGIF) di Desa Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, pada 29–31 Oktober 2026.
Kegiatan ini melibatkan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) serta diikuti 30 peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Talang Babungo dan petani muda milenial.
Program ini bertujuan mendorong kemandirian kelompok tani dalam mengelola pertanian berkelanjutan, meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Baca Juga: Waspada, Ada Ikan Asin Disemprot Insektisida. Jangan Sampai Keracunan
Sekretaris Jenderal FORTEGIF, Baharudin, yang menyampaikan amanah Ketua FORTEGIF Sugeng Suratno, menjelaskan bahwa TGIF merupakan model pertanian terpadu berbasis komunitas yang menghubungkan aspek ekologi, produksi, dan ekonomi. Melalui pendekatan ini, potensi lokal seperti limbah organik, lahan, air, dan kotoran ternak dapat diolah menjadi sumber daya produktif.
“Pertanian perlu dikembangkan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga efisiensi biaya, kesehatan lingkungan, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan pendapatan. TGIF mendorong perubahan dari bantuan sesaat menuju penguatan kapasitas, praktik lapangan, hingga usaha tani berkelanjutan,” jelasnya.
Baca Juga: Mengenal Masa Nifas, Perubahan Tubuh Ibu setelah Melahirkan
Kepala UPTD BP3 Kalumbuk, Ecko Sasri, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi kesempatan bagi petani untuk memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai pupuk dan pestisida alami.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, menekan biaya produksi, serta meningkatkan efisiensi usaha tani. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian.
Baca Juga: Alasan Ibu Hamil dengan Tekanan Darah Tinggi Perlu Mempertimbangkan Persalinan Caesar
Sementara itu, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, menyampaikan apresiasi kepada FORTEGIF dan kelompok tani di Kalumbuk atas kolaborasi yang terbangun.
Ia menegaskan bahwa Pegadaian turut berperan melalui inisiatif pendanaan berkelanjutan, peningkatan kapasitas dan literasi, kolaborasi keuangan kerakyatan, serta dukungan kemitraan lintas sektor.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari rumah tangga dengan memanfaatkan lahan dan lingkungan yang tersedia.
Selanjutnya, gerakan ini diperkuat melalui komunitas, kelompok tani, dan pendampingan berkelanjutan.
Harapannya, program ini mampu membangun kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan pertanian organik yang mandiri dan ramah lingkungan,” ungkap Heru.
Baca Juga: Perjuangan Flavia Mengalahkan Kanker Payudara di Usia 30 Tahun
Melalui program TGIF, Pegadaian dan FORTEGIF berharap masyarakat dapat mengembangkan sistem pertanian terpadu sesuai potensi wilayah, mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik, serta menciptakan peluang usaha berbasis komunitas.
Dengan demikian, pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bagian dari upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.



