BOGOR, KORAN INDONESIA – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi tahun 2026 direalisasikan pemerintah desa Ciherang di Jalur Car Free Day Perumahan Bumi Kartika Ciherang pada Minggu, 01/11/2026.
GPM tersebut merupakan program pemerintah Kabupaten Bogor yang harus dilaksanakan oleh 416 desa diseluruh kecamatan di Kabupaten Bogor, salah satunya di kecamatan Dramaga yang saat ini telah melaksanakannya yakni desa Ciherang.
Tujuan dilaksanakannya GPM yang dibiayai dari BKK Akselerasi tahun 2026, membantu meringankan masyarakat dalam hal penyediaan sembako murah (sembako bersubsidi) agar harga lebih terjangkau di tengah harga pangan di pasar jauh lebih mahal, dan untuk menekan inflasi agar harga – harga pangan tidak terus meningkat.

Gerakan pangan murah tersebut secara resmi dibuka sekretaris Kecamatan (Sekcam) Dramaga, Hj Ine Handayani. Dan dalam sambutanya Ia mengatakan hari ini pemerintah desa melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi tahun 2026.
“Kami melihat secara langsung di lapangan, animo masyarakat cukup tinggi, namun karena GPM dari BKK Akselerasi ini memiliki keterbatasan, sehingga kuotanya tidak sama dengan GPM yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Dramaga,” ujarnya.

Pihaknya berharap GPM yang diselenggarakan oleh Pemerintah desa Ciherang dapat membantu meringankan masyarakat dalam penyediaan sembako untuk kebutuhan sehari – hari, karena pangan yang dijual hari ini bersubsidi hingga lebih murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang inten melaksanakan GPM untuk membantu masyarakat,”Imbuhnya.
Stok Pangan GPM
Diketahui GPM di wilayah Kecamatan Dramaga dilaksanakan oleh pihak vendor PT Amripar sebagai penyedia pangan.

Amay Wijaya sebagai koordinator dari PT Amripar mengatakan bahwa stok pangan yang disiapkan sesuai PO dari Desa Ciherang totalnya hanya 2,5 ton terdiri dari beras, minyak, telur, dan gula.
“Harga subsidi rata – rata sekitar Rp 3.000/kg, dan stok 2,5 ton tersebut hanya dalam waktu 1 jam sudah habis, tadi dibuka jam 08 pagi jam 09 sudah kelar,” katanya.
Sementara itu, Kepala desa Ciherang Suherwin, SH mengatakan bahwa pihaknya tengah merealisasikan Bantuan Keuangan khusus Akselerasi tahun 2026 terkait program Gerakan Pangan Murah (GPM) di jalan Perumahan Bumi Kartika Dramaga Ciherang.
“Program GPM ini kita padukan dengan kegiatan rutin bazar UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan kegiatan car free day, sehingga lebih semarak, masyarakat bisa berolah raga, jogging dan senam setelahnya bisa belanja aneka jajanan dan belanja sembako dibgerai GPM,” tegasnya.

Menurut Suherwin kalau bazar UMKM dan kegiatan car free day sudah menjadi agenda rutin dilaksanakan oleh masyarakat setiap hari Minggu pagi, dan semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat khususnya para pelaku UMKM yang sampai saat ini tercatat ada 60 pelaku usaha.
“Kami harapkan dari kegiatan ini perekonomian masyarakat bisa tumbuh, masyarakat juga bisa menikmati suasana pagi yang menyehatkan badan sambil berolahraga,” ucapnya.
Pihak Pemerintah desa bisa menggelar kegiatan gerakan pangan murah berkat adanya Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2026.
“Kami atas nama Pemerintah desa Ciherang mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) yang telah memberikan bantuan keuangan untuk program GPM yang nilai manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat desa Ciherang. Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang, Kecamatan Dramaga Tohaga, Desa Ciherang Ciri Herang Rahayu Ngadeg.” Pungkasnya.***



