BOGOR, KORAN INDONESIA – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi tahun 2026 kembali digelar di desa Ciherang bersamaan dengan Bazar UMKM. Lokasinya di jalur Car Free Day Perumahan Bumi Kartika Dramaga Ciherang pada Minggu, 08/11/2026.
Pelaksanaan GPM kali ini dihadiri langsung Camat Dramaga, Atep S Sumaryo beserta Ketua TP PKK Kecamatan Dramaga, Lilis R Sumaryo, Kepala desa Ciherang, Suherwin beserta Ketua TP PKK desa Ciherang, Dewi Majid
Diketahui, penyedia bahan pangan dalam program GPM tersebut adalah PT Amripar. Dan tujuan dilaksanakannya GPM untuk membantu meringankan masyarakat dalam hal penyediaan sembako murah (sembako bersubsidi) dengan harga lebih terjangkau di tengah harga pangan di pasar jauh lebih mahal, serta untuk menekan inflasi agar harga – harga pangan tidak terus meningkat.

Ketua TP PKK desa Ciherang, Dewi Majid saat dikonfirmasi Koran Indonesia mengatakan menyambut baik dilaksanakannya gerakan pangan murah oleh pemerintah desa Ciherang dalam rangka membantu masyarakat memperoleh sembako murah untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
“Kami tentu seluruh jajaran TP PKK desa Ciherang sangat mendukung langkah yang dilakukan pemerintahan desa Ciherang, di tengah harga pangan di pasar harganya mahal, melalui program GPM ini semoga bisa membantu masyarakat. Bagi ibu rumahtangga perbedaan harga dua ribu tiga ribu itu sangat berarti,” katanya.
Menurut Dewi, GPM hari ini untuk yang kedua kali, dan masih ada satu kali lagi yang akan dilaksanakan di lokasi yang sama, sementara kalau bazar UMKM itu memang sudah rutin digelar di lokasi ini setiap minggu pagi.
“Jadi kalau bazar UMKM memang sudah rutin setiap minggu pagi, masyarakat sambil melakukan aktivitas olahraga bisa langsung mencari aneka makanan dan aneka kudapan pagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Dramaga, Lilis R Sumaryo juga mengatakan hal yang sama bahwa program GPM yang diselenggarakan di tingkat desa baru di tahun ini, karena memang ada alokasi anggaran dari BKK Akselerasi tahun 2026 yang dikhususkan untuk ketahanan pangan bagi masyarakat.
“Kami sangat apresiasi kepada desa – desa yang sudah bisa melaksanakan GPM di tahun ini, semoga di tahun depan semua desa di Kecamatan Dramaga bisa melaksanakan program GPM,” katanya.
Keberadaan Dayeuh Pajajaran Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Kemudian Lilis menyinggung keberadaan Dayeuh Pajajaran yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, agar keberadaan Dayeuh itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di desa.
“Kami harapkan Dayeuh Pajajaran itu dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi di desa dengan menggelar GPM atau Bazar UMKM itu ada di area Dayeuh, seperti halnya yang sudah dilaksanakan di salah satu desa di Kecamatan Dramaga, pengunjungnya banyak, selain menjadi obyek wisata lokal, juga pada saat GPM dan bazar itu perputaran uang cukup lumayan banyak dan menjadi pertumbuhan ekonomi di desa,” Imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan pesan Dayeuh Pajajaran itu jangan hanya bagus di awal, tetapi bagaimana bagusnya itu bisa tahan bertahun – tahun, tentunya dengan pemeliharaan dan perawatan yang maksimal. Dan para pelaku usaha UMKM juga harus disiplin, sehabis berjualan wajib membersihkan sampah – sampah yang ada di dekat lapaknya masing- masing. Dengan demikian kebersihan Dayeuh akan terus terjaga.

Terpisah di lokasi yang sama penyedia sembako murah dari PT Amripar, Amay Wijaya mengatakan bahwa sesuai PO dari pemerintah desa Ciherang sebanyak 1,5 ton terdiri dari beras premium, telur ayam, minyak goreng dan gula pasir
“Rata – rata subsidi Rp 3.000/item, beras premium Rp 61.000/5 Kg, telur ayam Rp 22.000/Kg, Minyak goreng Rp 18.000/L, gula pasir Rp 15.000/Kg,” ujar Amay.
Jadwal GPM
Jadwal GPM tingkat desa, pertama desa Ciherang tgl 01 November 2026, lalu ke dua desa Babakan pada 4 November 2026 lalu di Neglasari pada 7 Nopember 2026 sudah dilaksanakan, dan hari ini 08 November 2026 kembali di desa Ciherang, jadwal selanjutnya di desa Babakan Selasa, 10/11/2026, sedangkan untuk GPM tingkat Kecamatan tanggal 19/11/2026 yang akan datang.
“Saat ini kami telah bekerjasama dengan Kecamatan Dramaga termasuk dengan desa – desa, kami berharap kuota PO pangan bisa lebih ditingkatkan, agar pada saat pelaksanaan GPM lebih banyak lagi masyarakat yang bisa memperoleh sembako dengan harga murah, dan kami juga berharap di tahun 2027 mendatang selain Kecamatan Dramaga ada kecamatan – Kecamatan lain yang bisa bekerjasama dengan PT Amripar, insya Allah kami akan memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Amay Wijaya.***



