Pendemo Pro-Israel di AS Diserang, Enam Orang Alami Luka Bakar

Bagikan

BOULDER, KORANINDONESIA.NET – Sebanyak enam orang pendemo mengalami luka bakar setelah diserang laki-laki berusia 45 tahun di Kota Boulder, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, Minggu (1 Juni 2025) waktu lokal. Keenam korban kini telah dibawa ke rumah sakit.

Sesuai keterangan aparat kepolisian lokal, peristiwa itu bermula ketika para pendemo sedang menggelar protes “Run for Their Lives” di Pearl Street Mall sekitar Pukul 13.30 waktu lokal. Mereka menuntut agar Hamas, kelompok politik di Palestina, membebaskan tahanan asal Israel.

Namun, tiba-tiba, seorang lelaki melempari mereka dengan botol mirip molotov dan flamethrower. Atas kejadian itu, sekitar enam orang berusia sekitar 67 dan 88 tahun mengalami luka bakar. Empat korban dibawa ke RS Boulder, sedangkan sisanya ke RS Universiy of Colorado.

“Peristiwa ini sangat disayangkan. Semoga korban dapat segera pulih,” ujar agen khusus FBI Denver, Mark Michalek, dikutip Denverpost.com. “Ini adalah aksi kekerasan terhadap kelompok tertentu. Tapi, kami akan mencoba menyelidiki kasus ini lebih lanjut,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah berhasil diamankan aparat kepolisian dan mendekam di kantor polisi setempat. Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku beraksi seorang diri tanpa ada afiliasi dengan kelompok mana pun. Atas perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman penjara.

Kepala Polisi Boulder, Stephen Readfearn, mengucapkan belasungkawa kepada korban. Dia mengaku insiden ini membuat masyarakat terpukul. Namun, dia optimistis masyarakat akan mampu bangkit dan kembali bahu-membahu menjaga persatuan dan kebersamaan.

Pendemo Panik

Aparat kepolisian menangkap terduga pelaku serangan bom molotov terhadap para pendemo di Kota Boulder, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, Minggu (01/06/2025). (X/@EYAkoby)

Para pendemo yang dilaporkan mencapai puluhan orang mengaku terkejut, ketakutan, dan panik. Mereka tak menyangka aksi demonstrasi ini akan berakhir penuh luka dan duka. Menurut sejumlah saksi, pelaku tampak tidak senang dengan aksi dan gerakan pro-Israel.

Johanna Schmidt, salah satu saksi yang orang tuanya aktif dalam kegiatan “Run for Their Lives”, mengatakan ayahnya juga telah menjadi korban serangan. Saat kejadian, dia mengaku sedang berjalan bersama anaknya untuk bertemu orang tuanya di Pearl Street Mall.

“Setiba di lokasi, situasinya sudah kacau balau dan sangat menyeramkan. Saya benar-benar terkejut dengan kejadian ini,” terang Johanna. “Ayah saya juga mengalami luka bakar. Tapi, beliau sudah keluar dari rumah sakit pada Minggu (1 Mei 2025) malam,” tambahnya.

Tayangan video yang tersebar di media sosial (medsos) juga menunjukkan pelaku melempar botol mirip molotov sambil beradu argumen. Pascakejadian, sebagian korban tampak tergeletak di taman publik dengan luka bakar. Korban kemudian dibasuh air oleh pendemo yang lain.

“Dia di sana, di sana. Dia yang melemparkan molotov dan membuat kekacauan,” teriak pendemo menujuk seorang lelaki tanpa baju saat aparat kepolisian datang. Polisi kemudian menangkap lelaki itu yang sedang berjalan-jalan di depan Gedung Kejaksaan Boulder.

Insiden itu menuai kecaman dari Organisasi Yahudi Nasional AS yang menuduh serangan ini sebagai aksi kekerasan terhadap kelompok Yahudi. Menurut Presiden Kongres Yahudi Dunia, Ronald S. Lauder, seangan ini merupakan aksi kebencian dan harus segera diakhiri di AS.***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top