Kenali Tanda dan Jenis Gangguan Kecemasan Sejak Dini

Ilustrasi cemas
Bagikan

KORAN INDONESIA – Rasa cemas sesekali adalah hal wajar. Namun, gangguan kecemasan terjadi saat rasa khawatir muncul berlebihan, intens, dan sulit dikendalikan dalam kehidupan sehari-hari.

Serangan panik yang datang tiba-tiba juga sering menjadi bagian dari gangguan ini. Perasaan takut bisa muncul dalam hitungan menit dan membuat aktivitas terganggu.

Gejala biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak atau remaja. Jika tidak ditangani, bisa berlanjut hingga dewasa dan memengaruhi kualitas hidup.

Gangguan kecemasan bisa berupa gangguan umum, fobia sosial, fobia spesifik, hingga kecemasan berpisah. Seseorang juga bisa mengalami lebih dari satu jenis gangguan sekaligus.

Gejala Gangguan Kecemasan

Melansir Mayo Clinic, berikut tanda-tanda umum yang sering dirasakan antara lain:

  • Merasa gugup, tegang, atau gelisah.

  • Takut berlebihan seolah ada bahaya besar.

  • Detak jantung cepat.

  • Napas pendek atau terengah-engah.

  • Berkeringat dan gemetar.

  • Tubuh lemah atau mudah lelah.

  • Sulit fokus atau hanya terpaku pada rasa khawatir.

  • Gangguan tidur.

  • Masalah perut atau pencernaan.

  • Sulit mengendalikan rasa cemas.

  • Cenderung menghindari hal yang memicu kecemasan.

Jenis-jenis Gangguan Kecemasan

Beberapa tipe gangguan kecemasan yang umum adalah:

  • Agorafobia: Takut atau menghindari tempat/situasi tertentu karena takut panik atau merasa terjebak.

  • Gangguan cemas akibat kondisi medis: Gejala cemas yang dipicu oleh masalah kesehatan fisik.

  • Gangguan cemas menyeluruh (GAD): Rasa khawatir berlebihan terhadap hal sehari-hari, sulit dikendalikan, dan berdampak fisik.

  • Gangguan panik: Serangan panik mendadak dengan gejala sesak, nyeri dada, jantung berdebar, hingga rasa takut mati.

  • Mutisme selektif: Anak tidak bisa bicara di situasi tertentu, meski mampu berbicara di rumah.

  • Gangguan kecemasan berpisah: Umumnya pada anak, muncul rasa takut berlebihan saat jauh dari orang tua atau pengasuh.

  • Fobia sosial: Rasa takut tinggi terhadap situasi sosial karena takut dinilai orang lain.

  • Fobia spesifik: Takut berlebihan terhadap benda atau kondisi tertentu, bisa memicu serangan panik.

  • Gangguan cemas akibat zat: Rasa cemas yang timbul akibat penyalahgunaan obat, narkoba, atau zat berbahaya.

  • Lain-lain: Ada juga gangguan cemas yang tidak masuk kategori tertentu, tapi tetap mengganggu aktivitas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera temui dokter jika:

  • Rasa khawatir berlebihan mengganggu pekerjaan, hubungan, atau kehidupan sehari-hari.

  • Rasa takut dan cemas terlalu sulit dikendalikan.

  • Anda merasa depresi, menggunakan alkohol atau narkoba, atau ada gangguan mental lain.

  • Muncul dugaan gangguan fisik yang terkait dengan kecemasan.

  • Ada pikiran untuk bunuh diri.

Gangguan kecemasan jarang hilang dengan sendirinya. Semakin cepat mencari bantuan, semakin mudah kondisi ini ditangani.***

Baca jugaMacam-Macam Gangguan Mental yang Perlu Diketahui, Ada Apa Saja?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top