Amyl & The Sniffers Sindir JK Rowling & Trump, Suarakan Palestina

Bagikan

JAKARTA, KORAN INDONESIA – Band punk asal Australia, Amyl & The Sniffers, ikut menyuarakan isu politik saat tampil di Reading Festival 2025. Vokalis Amy Taylor sempat berhenti di sela lagu untuk menyampaikan pesan kepada ribuan penonton.

“Saya ingin bilang persetan dengan JK Rowling, dan saya ingin bilang hati saya bersama orang-orang di Palestina. Tidak perlu memikirkan hal semacam itu dan membicarakannya, dan tindakan apa pun adalah tindakan. Apa lagi yang bisa saya katakan? Kurasa persetan dengan Trump, haha! Itu saja, dan saya akan berhenti di situ,” kata Amy dari atas panggung, dilansir NME, Senin, 25/8/2025.

Amyl & The Sniffers bukan satu-satunya band yang menyinggung situasi politik di festival tersebut. Enter Shikari juga menggunakan penampilannya untuk menyoroti kondisi di Gaza. Vokalis Rou Reynolds mengingatkan penggemar tentang ketidakadilan yang dialami warga Palestina sejak lama.

“Itu 15 tahun yang lalu. Kita semua telah melihat betapa mengerikannya keadaan kita sekarang. Kita telah menyaksikan kekuatan yang setara dengan enam bom atom Hiroshima yang dijatuhkan di Gaza dalam dua tahun terakhir, setiap sekolah dan universitas hancur. Hampir 300 jurnalis terbunuh,” ujarnya.

Tak ketinggalan, Hozier juga berbicara mengenai Gaza, kelompok aktivis Palestine Action, hingga kebebasan berpendapat.

“Keselamatan dan keamanan bagi semua orang di Timur Tengah berarti melihat Palestina yang bebas dari pendudukan, yang bebas dari siklus genosida dan kekerasan, dan itu berarti melihat Palestina yang bebas bergerak menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan yang berarti,” tegasnya. 

Sementara itu, band metal Bring Me The Horizon menutup set mereka dengan melambaikan bendera Palestina ketika membawakan lagu ‘Throne’. Aksi itu mendapat pujian tinggi. 

Di sisi lain, festival musik Victorious di Portsmouth menuai kritik setelah menghentikan penampilan The Mary Wallopers karena membawa bendera Palestina. 

Suara mereka diputus saat penonton meneriakkan yel-yel “free, free Palestine.” 

Band asal Irlandia itu kemudian menyebut penyelenggara festival menyebarkan informasi menyesatkan dengan alasan “nyanyian diskriminatif”.

“Video kami dengan jelas menunjukkan seorang anggota kru Victorious naik ke panggung, mengganggu pertunjukan kami, menurunkan bendera dari panggung, lalu suara diputus setelah nyanyian ‘Free Palestine‘,” tulis Mary Wallopers di Instagram.

 

Baca juga: Frederik Kiran, Cucu Bung Karno yang Kian Jadi Sorotan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top