BOGOR, KORAN INDONESIA – Anniversary Giwangkara River Tubing desa Neglasari ke – 4 tahun dilaksanakan secara sederhana namun khidmat penuh makna. Acara tersebut berlangsung di Kp Baru Semper Neglasari Bogor Sabtu, 20/12/2025.
Sebagai bentuk syukur para pengelola Giwangkara River Tubing pada Anniversary ke – 4 menggelar do’a bersama lalu ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan ketua GRT, Tano Purnomosidi.
Kegiatan Anniversary ke-4 Giwangkara River Tubing dikolaborasikan dengan launching produk Clean King Karang Taruna Kecamatan Dramaga serta launching Novel Rahasia Sungai Hitam.
Ketua Giwangkara River Tubing, Tano Purnomosidi disela acara mengatakan bahwa perayaan Anniversary ke-4 GRT dikolaborasikan dengan launching buku novel Rahasia Sungai Hitam dan program Katar nganjang Kadesa launching produk Clean King.
Selanjutnya Tano menjelaskan riwayat singkat terbentuknya Giwangkara River Tubing. Menurut dia awalnya diinisiasi kelompok pemuda di desa Neglasari yang tergugah untuk memelihara aliran sungai Cihideung, yang memiliki pemandangan yang cukup indah, lebar sungai ini sekitar 10 meter namun pada tengahnya terdapat aliran air yang membelah batu karang berbentuk green canyon.
“Panjang sungai yang bisa digunakan River Tubing dan Body Rafting itu sekitar 1,6 kilometer, 800 meter untuk River Tubing memiliki ke dalaman sekitar 70 centimeter hingga 1 meter, ini aman untuk usia mulai dari 7 tahun ke atas dan 800 untuk Body Rafting memiliki kedalaman 1,5 meter hingga 2 meter lebih aman untuk orang dewasa,”katanya.
Untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan yang berkunjung ke sini, pihaknya juga sudah menyiapkan instruktur dan tim rescue sebanyak 16 orang.

Dasar Obyek wisata Dinamai Giwangkara River Tubing
Kata Giwangkara dipilih menjadi nama obyek wisata alam ini, karena menurut dia Giwangkara itu sendiri memiliki makna sumber matahari, sumber kehidupan, jadi filosofi itu yang digunakan.
“Giwangkara itu benar adanya memberi penghidupan secara ekonomi kepada warga masyarakat desa Neglasari,” ujarnya.
Kunjungan Wisatawan
Obyek wisata alam ini menurut dia pernah dikunjungi wisatawan mancanegara antara lain dari Kanada, Rusia, Afganistan, Taiwan dan Korea. Sementara wisatawan domestik kebanyakan dari sekitaran Jabodetabek, Bandung, Kalimantan dan Sumatera.
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata alam Giwangkara River Tubing rata – rata setiap tahun sekitar 700 orang, terdiri dari individu dan korporat.
“Khusus wisatawan domestik korporat di tahun ini dari BCA Cabang BSD Tangerang Selatan sekitar 250 orang,” ucapnya.
Fasilitas Obyek Wisata alam River Tubing
Selanjutnya Tano juga mengungkapkan, fasilitas yang sudah ada yakni, perahu karet, Ban Karet, dayung, pelampung, rompi pelampung serta helmet kepala.
Selain itu, fasilitas lainnya yang sudah ada baru kamar bilas terdiri dari tiga kamar, wastapel, serta saung tempat berteduh. Sementara fasilitas yang dibutuhkan yakni Home stay, kamar bilas perlu ditambah, sehingga masih butuh anggaran untuk melengkapi fasilitas tersebut.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas pariwisata bisa mengucurkan anggarannya untuk melengkapi fasilitas – fasilitas yang dibutuhkan wisatawan di lokasi ini,”imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Tano juga mengajak masyarakat, apabila mau refreshing wisata alam jangan jauh – jauh, ke Giwangkara River Tubing Neglasari Bogor saja dari kota Bogor hanya 1,5 jam dari Kampus IPB Dramaga hanya 30 menit.***



