Judul Buku: Apa Itu Kuman?
Penulis: Windhi Kresnawati & Purnamawati Sujud
Penerbit: Klikplus Asia
Cetakan: 2, 2026
Tebal: 48 Halaman (Hard Cover)
ISBN: 978-623-88073-9-0
KORANINDONESIA – Di banyak keluarga, ketika anak sakit, pertanyaan yang sering muncul adalah, “Perlu antibiotik, tidak?” Padahal, tidak semua penyakit memerlukan obat tersebut. Di sinilah, buku Apa Itu Kuman? menjadi bacaan yang bukan hanya penting untuk anak, tetapi juga relevan bagi orang tua. Buku ini mengajarkan anak sejak dini bahwa memahami kuman berarti juga memahami cara penggunaan obat yang tepat. Edukasi kesehatan yang biasanya terdengar berat justru disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami dalam buku ini.
Penjelasan dimulai dari dasar, yakni pengenalan tentang kuman sebagai makhluk yang sangat kecil. Anak diperkenalkan pada konsep mikroskop dan dunia mikro yang tidak kasatmata. Dari sana, pembahasan berkembang pada bakteri dan virus dengan penjelasan sederhana. Anak tidak dibebani istilah rumit, tetapi diajak memahami perbedaan mendasar yang kelak sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini dengan cermat menekankan bahwa sebagian besar kuman tidak berbahaya. Bahkan, banyak kuman yang membantu kehidupan, baik di alam maupun di dalam tubuh manusia. Kuman baik di usus membantu pencernaan, sementara kuman di kulit membantu melindungi tubuh dari serangan kuman jahat. Penjelasan ini membangun pemahaman bahwa tubuh manusia hidup dalam keseimbangan, bukan dalam perang tanpa henti melawan semua kuman.
Ketika membahas penyakit, buku ini tetap menjaga nada yang informatif dan tidak menakutkan. Anak dikenalkan pada beberapa penyakit umum yang bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Penjelasan bahwa pada anak-anak infeksi paling sering disebabkan oleh virus menjadi poin penting. Di sinilah pesan utama buku ini mulai terasa kuat dan kontekstual.
Bagian mengenai antibiotik menjadi sorotan utama yang membedakan buku ini dari banyak buku anak lainnya. Dijelaskan secara tegas bahwa antibiotik hanya digunakan untuk infeksi bakteri dan tidak bisa menyembuhkan penyakit akibat virus. Pesan ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga anak dapat memahami logikanya. Edukasi ini bukan hanya membangun literasi kesehatan anak, tetapi juga membantu orang tua mengingat kembali pentingnya penggunaan obat secara rasional.
Nilai edukatif buku ini semakin kokoh karena mendapat dukungan dari Yayasan Orang Tua Peduli (YOP). Sejak tahun 2003, YOP aktif mengedukasi masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional, bijak antibiotik, dan keselamatan pasien. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pesan dalam buku ini bukan sekadar opini, melainkan sejalan dengan gerakan kesehatan masyarakat yang nyata. Kehadiran YOP memberikan landasan kredibilitas yang kuat.
Selain pesan tentang antibiotik, buku ini juga mengajak anak memahami cara menjaga kesehatan. Anak didorong untuk aktif bergerak, tidak terus-menerus bermain gawai, rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan, tidur cukup, dan melakukan imunisasi. Pesan-pesan ini disampaikan secara konsisten, namun tetap bersahabat. Anak tidak merasa dihakimi, melainkan diajak bekerja sama menjaga tubuhnya sendiri.
Dari sisi visual, buku ini sangat ramah anak. Ilustrasi kuman digambarkan dengan cara yang tidak menyeramkan, bahkan cenderung lucu dan ekspresif. Warna-warna cerah membuat anak betah membuka halaman demi halaman. Visualisasi membantu memperjelas penjelasan sehingga konsep yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami.
Kualitas fisik buku juga menjadi keunggulan tersendiri. Buku ini dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak dan aman untuk anak. Halamannya tebal dan kokoh sehingga bisa dibaca berulang kali tanpa cepat sobek. Ketahanan ini penting karena buku edukasi seperti ini idealnya dibaca berkali-kali, terutama saat anak mulai mengajukan pertanyaan tentang sakit dan obat.
Secara keseluruhan, buku ini berhasil menyampaikan pesan besar melalui bahasa yang sederhana. Anak belajar bahwa tidak semua penyakit memerlukan antibiotik, tubuh memiliki sistem pertahanan yang hebat, dan menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan lembaga yang kredibel, ilustrasi yang menarik, serta kualitas fisik yang tahan lama, buku ini bukan hanya bacaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi yang lebih bijak dalam memahami kesehatan.



