BOGOR, KORAN INDONESIA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Rahayu desa Petir Bogor, saat ini tengah melakukan panen ikan nila program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dibiayai dari anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025.
Diketahui, pada 04 Agustus 2025, benih ikan nila sebanyak 53 ribu ekor ditebar ke dalam 9 kolam ikan yang terletak di Kp Cikiruh RT 05 RW 03 Lembur Aseum, desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Ketua Bumdes Maju Rahayu, Sugandi Hendrik saat dikonfirmasi di lokasi kolam mengatakan, bahwa hari ini Ia dan pengurus Bumdes lainnya serta dihadiri kepala desa Petir melaksanakan panen ikan nila, yang ditanam pada awal Agustus 2025 lalu.
“Kami panen nila yang sudah berumur 5 bulan, dan pertumbuhan ikan pun bervariatif mulai dari 1 kg isi 5 ekor hingga 2 ekor per kilogram,” kata Hendrik Rabu, 07/01/2026.
Selanjutnya Ia mengungkapkan dari benih yang ditebar awal sebanyak 53 ribu ekor, tingkat kematiannya sekitar 5 persen. Dan ikan nila yang dipanen juga dilakukan penyortiran, yang bobotnya masih kurang dipisahkan untuk dipelihara kembali agar tumbuh besar, dan bisa dipanen kembali pada periode berikutnya.
“Diperkirakan panen saat ini mencapai 6 ton, karena ikan nila yang di panen rata – rata 1 Kg isi 3 ekor dan isi 2 ekor,” tegasnya.
Terpisah di lokasi yang sama Kepala desa Petir, H Sukardi mengatakan bahwa program ketahanan pangan yang dikelola Bumdes Maju Rahayu dan dibiayai dari anggaran Dana Desa sebesar 20 persen tahun 2025, menyambut baik telah memasuki masa panen.
“Kami bersama Bumdes Maju Rahayu melakukan panen perdana ikan nila di kolam Kp Cikiruh. Dan pada panen perdana ini diperkirakan hasilnya mencapai 6 ton,” tegas Sukardi.

Suplay Pasar, Pemancingan dan UMKM
Selanjutnya Sukardi mengungkapkan ikan nila yang dipanen hari ini disuplai ke pasar – pasar tradisional di Bogor dan kolam pemancingan dan UMKM di desa Petir.
“Kita suplai pasar, kolam pemancingan, kebutuhan UMKM dan untuk ketahanan pangan warga kurang mampu juga, dan tetap prioritas untuk penanganan stunting,” jelas Sukardi.
Dalam kesempatan itu Ia berharap program ketahanan pangan yang dikelola Bumdes Maju Rahayu semakin berkembang, panen perdana ini sebagai bukti bahwa apabila unit usaha dikelola dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dan bernilai ekonomi tinggi.
“Kami akan terus mendorong Bumdes ini fokus pada Budidaya ikan nila, selain perawatannya mudah, memberi pakannya gampang dan memiliki nilai ekonomis serta sangat dibutuhkan pasar,” ucapnya.
Anggota BPD desa Petir wilayah Kp Cikiruh, Daryanto menyebut berdasarkan pengawasan yang dilakukannya dari mulai persiapan hingga panen ikan nila yang dilakukan pengelola Bumdes semuanya sesuai SOP perencanaan.
“Kami harapkan hasil panen saat ini cukup bagus, bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi di periode selanjutnya. Dan kami berharap ke depan selain budidaya ikan nila juga bisa merambah pada usaha pertanian dan peternakan, dan perencanaannya sudah ada, kandang ayamnya sudah siap, kita mendorong desa dan Bumdes jika anggarannya sudah siap, peternakan ayam petelurnya segera direalisasikan,” pungkasnya.***



