Cara Mengatur Keuangan Bisnis yang Efektif untuk UMKM: Biar Usaha Nggak Boncos!

Bagikan

KORAN INDONESIA – Kalau kamu punya usaha kecil-kecilan, warung kopi, jualan online, jasa cuci motor, atau apapun bentuknya, selamat! Kamu adalah bagian penting dari roda perekonomian negeri ini. Tapi… udah ngatur keuangan bisnismu dengan benar belum?

Banyak UMKM yang usahanya jalan, untungnya lumayan, tapi ujung-ujungnya bingung, “Uangnya ke mana ya?” Nah, jangan-jangan itu karena keuangan bisnis kamu belum tertata rapi. Yuk, simak panduan lengkap cara mengatur keuangan bisnis yang efektif untuk UMKM, biar nggak asal jalan dan bisa tumbuh makin besar!

 

Kenapa Mengatur Keuangan Bisnis Itu Penting?

Sebelum masuk ke tipsnya, penting untuk tahu dulu: ngatur keuangan bukan cuma soal catat pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, ini soal memastikan bisnis kamu bisa bertahan, berkembang, dan menghasilkan profit yang jelas.

Beberapa alasan kenapa kamu harus mulai serius ngatur keuangan bisnis:

  • ✔️ Bisa tahu apakah bisnismu untung atau rugi
  • ✔️ Bisa pisahin uang pribadi dan usaha
  • ✔️ Jadi lebih siap ngatur stok, bayar karyawan, sampai bayar pajak
  • ✔️ Punya data yang rapi kalau mau cari investor atau pinjaman bank

 

  1. Pisahkan Uang Bisnis dan Uang Pribadi

Ini dia kesalahan paling umum para pelaku UMKM: uang pribadi dan uang usaha dicampur!

Contoh: Dapat pemasukan dari jualan Rp1 juta, terus dipakai buat belanja bulanan, bayar pulsa, dan traktir teman. Lalu bingung kenapa modal susah berkembang.

Solusinya: Buat rekening terpisah khusus untuk bisnis.
Gunakan uang usaha hanya untuk kebutuhan usaha. Gaji diri sendiri jika perlu.

 

  1. Catat Semua Transaksi, Sekecil Apa Pun

Jangan pernah meremehkan transaksi kecil. Beli plastik Rp5.000 atau bayar parkir Rp2.000 tetap harus dicatat. Lama-lama kalau dikumpulkan bisa jadi angka besar lho!

Gunakan buku catatan, Excel, Google Sheet, atau aplikasi keuangan seperti:

  • BukuWarung
  • Akuntansi UKM
  • Jurnal by Mekari
  • QuickBooks (untuk yang sudah lebih advance)

Prinsip dasarnya:
Setiap uang keluar/masuk = harus dicatat. Biar tahu cash flow kamu sehat atau nggak.

 

  1. Buat Anggaran Bulanan

Sama seperti keuangan pribadi, bisnis juga butuh budgeting. Biar nggak boncos di tengah jalan.

Coba buat anggaran bulanan:

  • Belanja stok barang: Rp2 juta
  • Gaji karyawan: Rp1 juta
  • Operasional (listrik, internet, transport): Rp500 ribu
  • Promosi dan iklan: Rp500 ribu

Dari situ kamu bisa lihat:
✔️ Berapa minimal omzet yang harus didapat
✔️ Apakah kamu sedang overbudget
✔️ Bagian mana yang bisa dihemat

 

  1. Tetapkan Gaji untuk Diri Sendiri

Sebagai pemilik usaha, kamu juga kerja keras, kan? Tapi bukan berarti boleh seenaknya ambil uang dari kas usaha.

Solusinya: tetapkan gaji rutin untuk diri sendiri, misalnya Rp1,5 juta per bulan. Jadi meski omzet besar, kamu tetap disiplin ambil gaji sesuai yang ditentukan.

Ini juga bantu jaga arus kas bisnis supaya tetap stabil.

 

  1. Sisihkan Dana Darurat Usaha

Bisnis kadang nggak selalu mulus. Ada saat sepi, pelanggan berkurang, atau harga bahan baku naik.

Karena itu, penting punya dana cadangan minimal 10–20% dari keuntungan. Dana ini bisa dipakai saat darurat tanpa harus ambil utang.

 

  1. Pantau Arus Kas (Cash Flow)

Banyak bisnis yang kelihatannya ramai tapi akhirnya bangkrut karena cash flow nggak sehat. Uang banyak masuk, tapi keluar juga lebih banyak!

Cash flow positif artinya uang masuk lebih besar dari yang keluar.
Cash flow negatif artinya kamu defisit.

Setidaknya, setiap akhir minggu kamu harus cek:

  • Total pemasukan
  • Total pengeluaran
  • Sisa saldo usaha

Kalau kamu pakai aplikasi akuntansi, data ini bisa langsung terlihat.

 

  1. Gunakan Keuntungan dengan Bijak

Begitu kamu mulai untung, jangan langsung foya-foya. Bedakan antara:

  • Keuntungan bersih (setelah dipotong semua biaya)
  • Keuntungan untuk reinvestasi
  • Keuntungan yang bisa diambil

Idealnya, bagi keuntungan usaha sebagai berikut:

  • 50% untuk putar modal
  • 30% untuk tabungan/dana darurat
  • 20% boleh dipakai pemilik (dividen/gaji tambahan)

 

  1. Pelajari Dasar-Dasar Pajak UMKM

Kamu mungkin mikir: “Ah, usaha kecil belum perlu bayar pajak.” Padahal, sejak omzet kamu di atas Rp500 juta per tahun, kamu wajib lapor dan bayar pajak.

Bahkan jika omzet di bawah itu, tetap baik untuk pahami aturan pajak, supaya nggak kaget saat usaha makin besar.

Sekarang sudah ada program PPh Final UMKM 0.5% dari omzet (berlaku maksimal 7 tahun sejak usaha berdiri). Jadi bayar pajak juga nggak berat, asal catatan keuanganmu rapi.

 

  1. Evaluasi Keuangan Secara Rutin

Minimal sebulan sekali, luangkan waktu untuk mengevaluasi performa keuangan bisnis:

  • Apakah penjualan naik?
  • Apakah biaya operasional sesuai anggaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki?

Kalau ada laporan keuangan sederhana, kamu bisa tahu tren usaha: naik, turun, atau stagnan. Dari situ kamu bisa bikin strategi yang lebih mantap.

 

  1. Kalau Sudah Siap, Rekrut Jasa Keuangan atau Akuntan

Saat usahamu makin besar dan catatan keuangannya makin kompleks, kamu bisa mulai:

  • Pakai jasa pembukuan UMKM
  • Konsultasi dengan akuntan lepas
  • Gunakan software akuntansi yang lebih advance

Ini membantu kamu untuk tetap fokus pada pengembangan bisnis, sementara urusan laporan keuangan bisa lebih profesional.

Keuangan Rapi = Bisnis Happy

Mengatur keuangan bisnis memang butuh usaha, tapi ini adalah pondasi penting kalau kamu pengin bisnis berkembang. UMKM yang sukses bukan cuma karena jualannya laris, tapi karena pemiliknya tahu cara mengelola keuangan dengan disiplin dan cerdas.

Ingat, kamu nggak harus jadi ahli keuangan. Cukup mulai dari langkah sederhana: pisahin uang, catat semua transaksi, dan rutin evaluasi. Dari situ, pelan-pelan kamu bisa punya bisnis yang bukan cuma jalan, tapi juga cuan dan tahan lama!

Ilustrasi: Freepik

Referensi:

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Edukasi Keuangan UMKM
    https://www.ojk.go.id
  2. Kementerian Koperasi dan UKM RI – Panduan Keuangan UMKM
    https://kemenkopukm.go.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top