
JAKARTA, KORAN INDONESIA – AICO, komunitas AI terbesar di Indonesia dengan lebih dari 20.000 anggota, sukses menyelenggarakan Cosmic Affair, sebuah matchmaking party berbasis teknologi AI dan astrologi yang dirancang sebagai eksperimen sosial terkurasi.
Acara perdana ini berlangsung di Stalk Jakarta dan dihadiri oleh 120 peserta dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pekerja profesional, entrepreneur, C-level, hingga pelaku industri kreatif dan influencer.
Didukung oleh Zando dan Mecha, Cosmic Affair menghadirkan pengalaman interaksi sosial baru dengan menggabungkan algoritma AI yang dikembangkan AICO dengan sistem Zodiak dan BaZi Tiongkok.
Baca Juga: Rayakan 50 Ribu Penumpang, FlyJaya Perluas Jejaring dan Buka Rute Industri Strategis
Peserta hanya perlu memasukkan data kelahiran melalui ponsel masing-masing, lalu sistem AI menampilkan profil peserta, zodiak, penjelasan kepribadian berdasarkan zodiak, serta analisis BaZi dan interpretasi karakternya. Saat sesi matchmaking dimulai, peserta kemudian dipasangkan dengan peserta lain yang dinilai paling cocok oleh sistem AI.
Sesi matchmaking terdiri dengan beberapa format interaksi, yaitu The Squad (grup pertemanan), The Hustle (partner kreatif dan bisnis), The Polarity (konsep opposite attract), dan The Spark (relasi romantis).
Dalam setiap sesi, peserta menerima notifikasi serentak yang menampilkan identitas match mereka beserta alasan kecocokan yang dianalisis AI.
“Kami berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana jika sebuah party tidak hanya menjadi ajang kumpul, tetapi juga ruang eksperimen sosial yang terkurasi?
Bayangkan ratusan orang datang ke satu tempat, lalu sistem yang menentukan siapa yang sebaiknya mereka ajak ngobrol berdasarkan analisis astrologi yang diproses oleh AI.
Baca Juga: Sentuhan Fine Dining dalam Pastry, Carpenter’s Bakehouse Resmi Dibuka di Jakarta
AI tidak hanya mencocokkan, tetapi juga membantu peserta memahami profil astrologi mereka dan alasan kecocokan dengan orang tertentu,” ujar Reynaldi Francois, Co-Founder AICO.
Salah satu momen menarik selama acara terjadi ketika seorang peserta mendapatkan match yang sama hingga tiga sesi berturut-turut dengan tingkat kecocokan 100 persen, yang akhirnya berlanjut menjadi koneksi pertemanan baru.
“Shock banget, tiga sesi berturut-turut aku match sama orang yang sama dengan tingkat kecocokan 100 persen.
Dari situ kita langsung lanjut ngobrol dan ternyata obrolannya nyambung,” Mela, peserta Cosmic Affair.
Reynaldi menambahkan bahwa konsep ini dirancang agar AI dapat diakses secara inklusif oleh siapa saja tanpa batasan latar belakang.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat untuk terhubung dengan orang baru secara lebih terarah.
Di tengah meningkatnya rasa kesepian, kebutuhan akan koneksi yang relevan semakin besar,” jelasnya.
Co-Founder AICO, Tommy Teja (kiri) & Reynaldi Francois (kanan)
Sementara itu, Co-Founder AICO Tommy Teja menyatakan bahwa Cosmic Affair merupakan langkah awal dari eksplorasi konsep event berbasis AI.
Baca Juga: Tidak Hanya Memenuhi Kebutuhan Ibadah di Bulan Ramadhan, Berikut 3 Manfaat Berpuasa bagi Kesehatan
“Ini adalah event pertama kami dengan konsep party berbasis AI dan astrologi. Jika responsnya positif, kami terbuka mengembangkan konsep ini dalam skala lebih besar, berkolaborasi dengan berbagai pihak, atau bahkan merilis aplikasinya secara luas sesuai roadmap yang telah disiapkan,” ujar Tommy Teja.
Tommy juga menegaskan bahwa seluruh data peserta hanya digunakan untuk kepentingan acara dan tidak disimpan setelah kegiatan berakhir, guna memastikan keamanan serta privasi pengguna.
Melalui Cosmic Affair, AICO menegaskan komitmennya untuk menjadikan AI tidak hanya sebagai teknologi canggih, tetapi juga alat praktis yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk membangun koneksi sosial, kolaborasi kreatif, dan peluang baru.



