KORANINDONESIA, Cikarang – Pagi itu, udara di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Komdigi Cikarang terasa berbeda. Di antara gedung dan ruang kelas yang tertata rapi, ratusan peserta dari kalangan prasejahtera dan disabilitas berdatangan dengan langkah penuh harapan.
Beberapa datang dengan dampingan keluarga, sebagian lainnya dengan alat bantu masing-masing. Ada peserta tunadaksa yang mendorong kursi rodanya sendiri, peserta tuli yang mencari posisi dekat penerjemah bahasa isyarat, dan peserta tunagrahita yang digandeng oleh pendampingnya. Mereka semua membawa semangat yang sama: ingin memahami dunia digital yang selama ini terasa jauh, bahkan nyaris mustahil dijangkau.
Hari itu bukan sekadar pelatihan. Ini adalah pertemuan antara harapan dan kesempatan. Antara keterbatasan dan keberanian untuk melampauinya.
Di tengah kegiatan itu berdiri sosok Ketua Pelaksana, RA Loretta Kartikasari—atau yang akrab disapa Dya Loretta. Tak banyak yang tahu bahwa Dya sendiri adalah penyandang disleksia dan ADHD. Baginya, perbedaan bukan hambatan—justru jendela untuk memahami dunia dengan cara yang tidak semua orang bisa lakukan.
Kolaborasi pelatihan ini menggabungkan dua kekuatan besar: DNIKS dan BAKTI Komdigi.
Sebagai Ketua Umum DNIKS, DR. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H, hadir dengan pesan yang menyentuh. Ia mengingatkan bahwa transformasi digital tidak boleh menjadi gerakan yang hanya menguntungkan mereka yang sudah siap. “Teknologi tak boleh menciptakan jurang baru,” ujarnya. “Ia harus menjadi jembatan yang menarik mereka yang tertinggal.”
Effendy Choirie menegaskan bahwa inklusi sosial bukan hanya tentang memberi bantuan, melainkan membuka akses setara terhadap peluang. Pelatihan TIK ini adalah salah satu cara menghadirkan keberpihakan yang nyata. Bukan wacana, bukan konsep di atas kertas—tetapi ruang belajar yang benar-benar bisa disentuh, dirasakan, dan dimanfaatkan oleh mereka yang selama ini berada di pinggir.
Sebagai tuan rumah, Hamdani Pratama, SH., M.IKom, Kepala BPPTIK Komdigi Cikarang, menyambut seluruh peserta prasejahtera dan disabilitas dengan hangat. Baginya, BPPTIK bukan sekadar gedung pelatihan, tetapi ruang inkubasi bagi keberdayaan digital masyarakat. Dalam sambutannya, Hamdani mengingatkan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal membuat video atau memasarkan produk. “Pelatihan ini adalah tentang membangun keberanian,” tegasnya.
Pelatihan dua hari ini menggunakan dua modul utama: “Jualan Laris Lewat Video HP” dan “Optimasi Konten Video dengan AI Sederhana”. Hari pertama berlangsung sangat hidup. Peserta belajar angle video sederhana, pencahayaan, teknik storytelling, hingga cara merekam produk dengan ponsel biasa. Tidak ada istilah ‘salah’. Tidak ada yang dimarahi karena tidak mengerti. Semua proses berjalan dengan kesabaran yang rasanya jarang ditemukan di kelas formal.
Hari kedua menjadi lebih menantang namun juga lebih membangkitkan rasa penasaran. Peserta dikenalkan pada kecerdasan buatan—sesuatu yang awalnya terasa “terlalu canggih” bagi sebagian besar dari mereka. Namun ketika mereka melihat bagaimana AI bisa membantu membuat naskah video, menyederhanakan konsep, bahkan mengoptimalkan hasil rekaman, mata mereka berbinar.
Para trainer bergerak seperti sahabat: mengulang materi, memperlambat tempo, memberi contoh langsung, menerjemahkan ke bahasa isyarat, hingga memastikan semua peserta, tanpa terkecuali, memahami langkah demi langkahnya. Dan, ruang kelas yang tadinya penuh kecanggungan pelan-pelan berubah menjadi ruang kepercayaan diri.
Pelatihan TIK Kewirausahaan Inklusif 2025 bukan sekadar agenda dua hari. Ini adalah cerita tentang keberanian Kisah tentang pintu yang akhirnya dibukakan, Bukti bahwa inklusi bukan jargon—tetapi tindakan nyata dan wadah bagi peserta untuk melihat diri mereka dengan cara baru.
DNIKS dan BAKTI Komdigi berharap, langkah ini menjadi pijakan awal menuju perjalanan panjang: Indonesia yang lebih inklusif, lebih berdaya, dan lebih adil bagi semua. Karena ketika teknologi bertemu harapan, batas-batas itu runtuh. Dan, dari keterbatasan, lahirlah kesempatan.***



