BOGOR, KORAN INDONESIA – Beredar sebuah video dan Viral di media sosial, yang dinarasikan sebagai sebuah peristiwa musibah di lubang tambang PT Antam di kawasan Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada 13/01/2026.
Dalam tayangan video berdurasi kurang lebih 1 menit, terlihat salah satu petugas dengan berpakaian lengkap berwarna orange tengah berada dalam sebuah terowongan yang dipenuhi asap berwarna putih. Dan dari keterangan video tersebut tertera 13 Jan 2026 dengan waktu 00:53:21.
Beredarnya video tersebut menggemparkan jagat Maya yang dinarasikan sebagai sebuah peristiwa musibah di terowongan PT Antam, diduga adanya kebocoran pipa yang menimbulkan gas beracun dan mengakibatkan ratusan orang menjadi korban, akhirnya PT Antam angkat bicara.
Corporate Secretary PT Antam, Wisnu Danandi dalam keterangannya yang kutip Koran Indonesia dari berbagai sumber menegaskan, bahwa informasi yang beredar melalui tayangan video di media sosial yang dinarasikan sebagai sebuah peristiwa dalam area tambang, ratusan orang terjebak dalam kepulan gas beracun adalah tidak benar.
“Kami tegaskan informasi tayangan video di media sosial serta pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim adanya ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoax),”Tegas Wisnu.

Caption: Asap putih terlihat mengepul yang diduga di dalam area tambang/sumber foto tangkapan layar video beredar di media sosial//
Terkait video yang beredar di media sosial pihaknya tidak menampik, namun bukan sebuah peristiwa sebagaimana dinarasikan, tetapi itu adalah dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang di bawah tanah. Dan aktivitas itu telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan SOP perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja.
Menurut Dia kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan PT Antam, dan seluruh operasional perusahaan dipastikan dalan kondisi baik dan terkendali.
“Kami pastikan tidak ada kejadian ledakan yang dinarasikan di media sosial dan berbagai pesan berantai. Tidak ada karyawan kami yangvterjebak di dalam area tambang,” Wisnu kembali menegaskan.
Dalam kesempatan itu, Ia menyebut bahwa pihaknya berkomitmen keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam menjalankan kegiatan usaha, pengendalian risiko dan penerapan good mining practice, serta tetap bersinergi dan berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan dan pihak berwenang,” tandasnya.***



