BOGOR, KORAN INDONESIA – Kapolsek Dramaga Polres Bogor, IPTU M Zalukhu, SH sidak ke dapur SPPG-MBG di wilayah Kecamatan Dramaga. Dan lima dapur berhasil disambangi dari rencana 8 dapur yang akan dikunjungi pada Kamis,15/01/2026.
Dalam kunjungannya ke dapur MBG, Kapolsek Dramaga tidak sendiri melainkan bersama Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor H Wasto S Hut. MPd, Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, Danramil Ciomas, Mayor (K) Zurnalita, Perwakilan PGRI dan PKK Dramaga.
Usai kunjungan ke dapur MBG, IPTU Maki menuturkan kepada Koran Indonesia.Net via telepon pada Jumat, 16/01/2026 bahwa Ia bersama rombongan berhasil mengunjungi lima dapur SPPG-MBG di wilayah Dramaga.
Pada kunjungan tersebut, Ia menyoroti tiga hal yakni kebersihan dapur, IPAL dan limbah dapur, serta kendaraan distribusi MBG.
Kebersihan Dapur MBG
Menurutnya saat sidak langsung ke dapur MBG, Ia melihat dapur kebersihan tidak bersih, dan orang bebas lalu lalang, seharusnya dapur itu harus steril, orang yang tidak berkepentingan di larang masuk, lalu di area dapur sesuai SOP dilarang merokok.
“Kami melihat ada dapur yang kebersihannya tidak terjaga dengan baik, namun ada juga dapur yang kebersihannya sudah bagus sesuai SOP yang ditetapkan,”katanya.
IPAL dapur Tidak ada, Sanitasi Mampet
Kemudian Ia juga mengungkapkan saat kunjungan ke dapur MBG ditemukan di salah satu dapur IPAL tidak tersedia, limbah dapur langsung dibuang ke aliran got, dan got nya itu sendiri mampet dengan sampah, airnya berwarna hitam tidak mengalir dan menimbulkan bau tak sedap.
Melihat fakta di lapangan seperti itu, Ia mengimbau pengelola dapur MBG segera membuat IPAL agar limbah dapur bisa dimasukkan pada tempat khusus, tidak dibuang pada saluran got masyarakat.
“Kami minta kepada pengelola dapur yang belum dilengkapi IPAL segera dilengkapi, kalaupun mau cairan limbah dapur di alirkan ke saluran air atau sungai, dibuat saringan berupa bak penampung, setelah airnya jernih baru dialirkan ke aliran air atau sungai, hal ini tentunya untuk mencegah air sungai tercemar limbah dapur MBG,”tegasnya.
Kendaraan Distribusi MBG
Kemudian Ia juga menyoroti kendaraan operasional distribusi yang digunakan pengelola dapur MBG, ada beberapa yang tidak layak jalan, umur kendaraan sudah relatif tua, tidak tertutup rapi dan diduga akan rentan mogok diperjalanan saat digunakan pendistribusian makanan ke pada pihak penerima manfaat MBG.
“Kami juga mengimbau pemilik dapur MBG jangan menggunakan kendaraan yang sudah berumur, risiko mogok di jalan, risiko makanan itu terkontaminasi debu karena mobil tidak tertutup rapi, dan kami tegaskan segera ganti dengan mobil tahun muda dan tertutup,”pungkasnya.***



