JAKARTA, KORAN INDONESIA – Dalam rapat Dengar Pendapat bersama Badan Industri Mineral (BIM), Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Arif Riyanto Uopdana meminta untuk BIM melakukan riset terkait potensi sumber daya dan cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Indonesia, khususnya LTJ yang keterdapatannya dalam mineral ikutan Timah maupun Nikel.
“Logam tanah jarang itu adalah logam yang sangat strategis, mineral untuk masa depan dunia, bahkan di Tiongkok, mereka sudah menguasai 60% di dunia dan tiongkok saat ini menjadi negara dengan teknologi yang sangat canggih,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).
Indonesia telah lama melakukan kegiatan penambangan bijih Timah dan Nikel, namun selama ini potensi LTJ yang terkandung dalam mineral ikutan Timah dan Nikel belum dilakukan pendataan secara akurat, sehingga dalam kesempatan tersebut Arif Riyanto Uopdana meminta Badan Industri Mineral untuk sudah harus memiliki Neraca terkait potensi sumber daya maupun cadangan Logam Tanah Jarang sebagai dasar untuk menentukan peta jalan pemanfaatan Logam Tanah Jarang di Indonesia.
“Di Indonesia, keterdapatan logam tanah jarang ini sering berasosiasi denga mineral lan seperti timah dan nikel,” lanjutnya.
Logam Tanah Jarang sendiri merupakan Logam Strategis yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri pertahanan maupun industri teknologi tinggi.
“Bagaimana sekarang, BIM sebagai orkrestasi dalam riset logam tanah jarang ini untuk melakukan pendataan atau belum lalu membuat neraca sumber daya,” pungkas Arif.
Badan Industri Mineral sendiri bertugas sebagai jembatan arah kebijakan, riset dan pengembangan mineral strategis, yaitu Logam Tanah Jarang dan Mineral Radioaktif.***



