KORAN INDONESIA – Gangguan mental atau mental illness adalah kondisi kesehatan jiwa yang memengaruhi perasaan, pola pikir, dan perilaku seseorang. Contohnya meliputi depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan makan, hingga perilaku adiktif.
Melansir Mayo Clinic, setiap orang bisa mengalami masalah kesehatan mental sesekali. Namun, kondisi ini disebut gangguan mental bila gejalanya berlangsung lama, menimbulkan stres, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gangguan mental bisa membuat hidup terasa berat, baik di sekolah, pekerjaan, maupun hubungan pribadi. Meski begitu, banyak gejala yang dapat dikendalikan dengan obat dan terapi bicara.
Gejala Gangguan Mental
Tanda dan gejala bisa berbeda pada tiap orang. Gangguan ini bisa memengaruhi emosi, pikiran, maupun perilaku.
Contoh gejala yang sering muncul antara lain:
-
Merasa sedih atau putus asa.
-
Pikiran kacau atau sulit berkonsentrasi.
-
Rasa takut atau cemas berlebihan, atau merasa sangat bersalah.
-
Perubahan suasana hati yang ekstrem.
-
Menjauh dari teman dan kegiatan sosial.
-
Mudah lelah, kurang energi, atau sulit tidur.
-
Terlepas dari kenyataan (delusi), paranoia, atau halusinasi.
-
Tidak mampu mengatasi masalah sehari-hari.
-
Sulit memahami situasi atau berhubungan dengan orang lain.
-
Masalah penggunaan alkohol atau narkoba.
-
Perubahan besar dalam pola makan.
-
Perubahan gairah seksual.
-
Mudah marah, agresif, atau melakukan kekerasan.
-
Pikiran untuk bunuh diri.
Kadang, gejala gangguan mental juga terlihat sebagai keluhan fisik. Misalnya sakit perut, nyeri punggung, sakit kepala, atau rasa sakit lain tanpa sebab jelas.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda mengalami gejala-gejala gangguan mental, sebaiknya segera konsultasi dengan tenaga medis. Gangguan ini jarang membaik dengan sendirinya dan bisa makin parah jika tidak ditangani.
Jika Memiliki Pikiran Bunuh Diri
Beberapa gangguan mental bisa memunculkan pikiran untuk mengakhiri hidup. Jika hal itu terjadi, segera cari bantuan.
Langkah yang bisa dilakukan:
-
Hubungi nomor darurat setempat.
-
Telepon psikiater atau tenaga kesehatan jiwa.
-
Hubungi layanan darurat krisis bunuh diri.
-
Datang ke dokter umum untuk minta pertolongan.
-
Ceritakan pada teman atau orang terdekat.
-
Mencari dukungan dari tokoh agama atau komunitas kepercayaan Anda.
Pikiran bunuh diri tidak akan hilang dengan sendirinya, jadi jangan ragu meminta pertolongan.
Membantu Orang Terdekat
Jika ada orang yang Anda sayangi menunjukkan tanda gangguan mental, coba ajak bicara dengan jujur dan penuh empati. Dukungan Anda bisa berarti besar.
Anda bisa membantu mencari tenaga profesional dan mendampingi saat membuat janji temu. Jika ia menyakiti diri sendiri atau berencana melakukannya, segera bawa ke rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya.
Dengan mengenali gejala dan memberi dukungan tepat, gangguan mental bisa lebih cepat ditangani dan kualitas hidup seseorang bisa membaik.***
Baca juga: Migrain: Gejala, Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter