BANDUNG, KORAN INDONESIA – Kecanggungan sosial atau socially awkward adalah kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman, kikuk, atau tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi sosial.
Ini tidak termasuk kedalam gangguan mental, melainkan karakteristik perilaku yang umum dan bisa dialami oleh siapa saja.
Namun, bagi sebagian orang, kecanggungan ini cukup kuat hingga dapat memengaruhi interaksi sehari-hari, membatasi pertemanan, atau menurunkan rasa percaya diri.
1. Apa Itu Socially Awkward?
Dalam literatur psikologi, kecanggungan sosial sering dikaitkan dengan:
- Kesadaran diri yang berlebih (heightened self-consciousness)
- Kesulitan dalam membaca sinyal sosial
- Rasa takut dinilai negatif oleh orang lain
- Kurangnya keterampilan komunikasi
Kecanggungan sosial juga bisa muncul ketika seseorang tidak yakin bagaimana aturan sosial bekerja dalam situasi tertentu seperti entah apa yang harus dikatakan, bagaimana menanggapi, atau bagaimana mengekspresikan diri secara tepat dalam sebuah percakapan.
2. Ciri-Ciri Umum Socially Awkward
a. Sulit memulai atau mempertahankan percakapan
Orang yang socially awkward cenderung menghindari percakapan kecil (small talk) karena dianggap tidak natural atau melelahkan.
b. Overthinking dalam interaksi sosial
Individu dengan kecanggungan sosial sering menganalisis secara berlebihan apa yang mereka katakan, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh mereka.
c. Keliru dalam membaca sinyal sosial
Penelitian dalam Social Cognition menemukan bahwa beberapa orang yang socially awkward memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap isyarat nonverbal seperti kontak mata, intonasi suara, atau jeda percakapan.
d. Merasa “aneh” atau berbeda dalam kelompok sosial
Riset kepribadian juga menunjukkan bahwa orang dengan skor tinggi dalam introversion atau neuroticism lebih mungkin merasa tidak selaras secara sosial.
3. Penyebab Socially Awkward
a. Faktor Kepribadian
Orang yang introvert atau sangat berhati-hati (high self-monitoring) cenderung lebih mudah menjadi kikuk dalam situasi sosial.
Studi kepribadian Big Five juga menunjukkan korelasi antara neuroticism tinggi dan rasa cemas dalam interaksi.
b. Pengalaman Sosial di Masa Tumbuh
Pengasuhan yang terlalu melindungi, pengalaman di-bully, atau kurangnya kesempatan dalam bersosial dapat memengaruhi perkembangan keterampilan sosial.
c. Kesulitan dalam komunikasi nonverbal
Orang yang socially awkward kadang memiliki kesenjangan dalam koordinasi motorik halus, kemampuan memerhatikan detail sosial, atau ritme percakapan.
Sehingga socially awkward bisa mendekati karakteristik pada spektrum autisme tingkat ringan, meski tidak bisa dikatakan sama.



