BOGOR, KORAN INDONESIA – Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat melaksanakan musrenbangdes Penetapan Rencana Kerja Pemerintahan desa (RKPDES) tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kantor desa Petir Selasa, 30/09/2025.
Kepala desa Petir, H Sukardi menegaskan Musrenbangdes ini tujuannya untuk penetapan rencana pembangunan infrastruktur dari seluruh wilayah RTRW, yang diusulkan pada saat musdus dan musdes.
Alokasi Dana Desa (DD) Tahun 2026
H Sukardi menjelaskan rencana alokasi Dana Desa (DD) tahun 2026, apabila proyeksi anggarannya sama dengan tahun 2025 sebesar Rp 1,4 miliar yang bersumber dari APBN Pemerintah Pusat, dengan uraiannya sebagai berikut :
Ketahanan Pangan (Ketapang) 20 %
Bantuan Langsung Tunai (BLT) 15%
Operasional Pemerintah desa 3%
Bidang Kesehatan (Penanganan Stunting) 5 %
KMP Merah Putih 30%
“Maka sisa anggaran Dana Desa untuk infrastruktur hanya 27%, kami tidak akan bisa mengakomodir semua usulan dari wilayah. Oleh karena itu Ia berharap anggaran KMP tidak mengambil dari Dana Desa, tetapi dianggarkan secara khusus,” tegas Sukardi.
Anggaran KMP Merah Putih
Untuk sementara pihaknya menganggarkan 30% dari Dana Desa, sambil menunggu informasi serta petunjuk pimpinan hitung – hitungan terbaru.
“KMP Merah Putih merupakan program Nasional, dan menjadi Asta cita Presiden, kami wajib dukung. Dan kamisudah mencadangkan sebesar 30 %, dengan demikian sisanya sangat kecil untuk diproyeksikan pada pembangunan infrastruktur,”Jelas Sukardi.
Namun demikian Sukardi dengan tegas mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tetap akan dijalankan dan menjadi skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Alokasi dana hanya Rp 378 juta untuk pembangunan infrastruktur desa, jadi akan pilih yang menjadi skala prioritas didahulukan,”tegas Sukardi.
Unit Usaha Sembako dan Kebutuhan Pertanian
Ketua KMP Merah Putih desa Petir, Ucuy mengatakan langkah pertama yang akan dilakukannya, merekrut calon anggota koperasi sebanyak – banyaknya.
Langkah berikutnya setelah anggota koperasi itu ada, pihaknya akan menyusun AD/ART KMP Merah Putih.
Terkait alokasi anggaran 30% sebagai modal awal dari Dana Desa Ucuy menyebut akan membuka unit usaha Ritel yakni membuka unit – unit usaha penyedia sembako dan penyediaan kebutuhan pertanian.
“Kita akan buka usaha sembako yang dibutuhkan masyarakat dan penyediaan kebutuhan pertanian yang dibutuhkan para petani,”Pungkasnya.***



