BANDUNG, KORAN INDONESIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan mengajukan pinjaman ke Bank Jabar dan Banten (BJB) sebesar Rp 2 Triliun untuk melanjutkan proyek – proyek pembangunan infrastruktur besar di Jabar.
Langkah tersebut diambil Pemprov Jabar, menyusul dilakukannya efisiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat, dan dampak dari efisiensi tersebut Jawa Barat kehilangan fiskal mencapai Rp 3 Triliun.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam keterangannya kepada awak media mengatakan bahwa pinjaman tersebut hanya berlaku selama kepemimpinannya dan berlaku cicilannya hingga 2030.
“Kami Pemprov Jabar mengajukan pinjaman ke Bank BJB sebesar Rp 2 Triliun dengan masa cicilan pengembalian utang tersebut sampai 2030, selama periode saya memimpin,” katanya sebagaimana dikutip koran Indonesia dari beragam sumber Jumat, 27/02/2026.
Selanjutnya Dedi Mulyadi Menegaskan pinjaman uang itu untuk membangun proyek – proyek infrastruktur skala besar, yakni pembangunan jalan, jembatan, underpass dan lain – lain.
“Pinjaman tersebut akan kami realisasikan untuk membangun jalan Puncak II di Bogor pembangunan under pass di kota Depok dan jembatan layang (Flyover) di Bomang Bogor,” tegas Dedi Mulyadi.
Langkah strategis itu diambil Dedi Mulyadi untuk mewujudkan Jabar Istimewa, mengurai kemacetan, memperlancar arus orang barang dan jasa dan tentunya untuk meningkatkan perekonomian warga Jabar.***



