KORAN INDONESIA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Pasal 33 UUD 1945 jadi dasar utama pembangunan ekonomi nasional. Ia menegaskan, kekayaan negara dan cabang produksi penting harus dikelola untuk kemakmuran rakyat.
Pidato itu Prabowo sampaikan dalam Pengantar RUU APBN 2026 beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Prabowo menyebut RAPBN 2026 memprioritaskan delapan agenda besar.
“Pertama, kita wujudkan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa. Kita harus mencapai swasembada pangan terutama beras dan jagung, agar harga stabil, petani makmur, dan nelayan sejahtera dan konsumen aman. Indonesia harus berdaulat dalam urusan pangan,” tegasnya, dikutip dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Minggu (17/8).
Untuk sektor pangan, Prabowo menyebut bahwa pemerintah siapkan Rp164,4 triliun. Anggaran itu mencakup lumbung pangan Rp53,3 triliun, subsidi pupuk Rp46,9 triliun, dan dukungan Bulog Rp22,7 triliun.
“Ketua, kita perkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa. Produksi minyak dan gas kita tingkatkan, harga energi kita jaga, dan transisi menuju energi bersih kita percepat. Subsidi energi harus adil, tepat sasaran. Bukan lagi dinikmati oleh mereka yang mampu. Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah masa depan. Kita harus genjot pembangunan pembangkit, dari surya, dari hidro, dari panas bumi, dan dari bio energi,” imbuh Prabowo.
Untuk energi, APBN 2026 mengalokasikan Rp402,4 triliun. Dana ini mencakup subsidi energi, insentif pajak, pengembangan energi baru terbarukan, dan listrik desa.
“Ketiga, kita bangun generasi unggul anak-anak kita melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Generasi unggul lahir dari tubuh yang sehat dengan gizi terpenuhi. Kita hilangkan stunting dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujar Prabowo.
Program MBG mendapat anggaran Rp335 triliun. Targetnya menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita lewat layanan gizi di seluruh pelosok negeri.
“Keempat, kita wujudkan pendidikan bermutu. Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul yang berdaya saing global. Pendidikan adalah instrumen untuk memberantas kemiskinan,” kata Prabowo.
Pemerintah mengalokasikan Rp757,8 triliun atau 20 persen APBN 2026 untuk pendidikan. Anggaran ini difokuskan pada peningkatan kualitas guru, pendidikan vokasi, beasiswa, fasilitas sekolah, serta kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kelima, kita hadirkan kesehatan berkualitas yang adil dan merata. Pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara. Anggaran kesehatan kita pusatkan memperkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional,” jelas Prabowo.
Sektor kesehatan memperoleh Rp244 triliun. Dana ini digunakan untuk revitalisasi rumah sakit, penurunan stunting, pemberian gizi, pengendalian penyakit, hingga menanggung penuh biaya asuransi 96,8 juta jiwa miskin dan rentan.
Selain itu, RAPBN 2026 juga mengarahkan fokus pada penguatan koperasi desa, pertahanan negara, serta percepatan investasi dan perdagangan global. Pemerintah menegaskan semua langkah ini demi mewujudkan ekonomi yang tangguh, mandiri, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.****
Baca juga: Prabowo Targetkan Penerimaan Negara 2026 Tembus Rp3.147,7 Triliun



