KORAN INDONESIA – Pemerintah akan kembali membuka 59 Sekolah Rakyat mulai September 2025. Ini merupakan kelanjutan dari 100 sekolah lainnya yang sudah mulai beroperasi di bulan Juli.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, total ada 159 titik Sekolah Rakyat yang akan aktif sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Layanan ini akan tersedia untuk siswa SD, SMP, dan SMA.
“Titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan tahun 2025 itu bisa menampung kurang lebih sekitar 15.000 siswa Sekolah Rakyat dan melibatkan lebih dari 2.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya,” ujar Saifullah dikutip dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jumat (1/8/2025).
Dengan tambahan ini, kata Saifullah, pemerintah berharap bisa menampung:
620 rombongan belajar
15.370 siswa
2.407 guru
4.442 tenaga kependidikan lainnya
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico menjelaskan, 159 titik Sekolah Rakyat tersebar di berbagai daerah.
Berikut sebaran lokasinya:
34 titik di Sumatra
65 titik di Jawa
7 titik di Bali dan Nusa Tenggara
13 titik di Kalimantan
28 titik di Sulawesi
7 titik di Maluku
5 titik di Papua
Meski target 159 sekolah sudah tercapai, Robben menegaskan bahwa Kemensos tetap terbuka terhadap usulan tambahan dari pemerintah daerah.
Tidak apa-apa, tetap akan kita terima [usulannya]. Kemudian, nanti kita list untuk yang tahun ajaran baru,” kata Robben, dikutip dari laman Kemensos, Jumat.***
Baca juga: Pemerintah Tetapkan 18 Agustus Hari Libur Nasional



