Terima Audiensi Ariel cs, Fraksi PDIP Siap Akomodir Pekerja Seni di RUU Hak Cipta

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Lasarus | dok. DPR RI
Bagikan

JAKARTA, KORAN INDONESIA – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI memastikan bakal mengawal proses Revisi Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta. Pengawalan pada perombakan payung hukum dinilai penting dilakukan agar setiap beleid yang disusun nantinya tidak merugikan pihak manapun.

Hal tersebut disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Lasarus usai menerima audiensi pengurus Vibrasi Suara Indonesia (VISI) yang dipimpin oleh musisi terkemuka Armand Maulana dan Nazril Irham (Ariel Noah).

“Tentu kami dari Fraksi PDI Perjuangan ya, sudah mendengar semua dan kami akan mengawal dengan baik pelaksanaan Revisi Undang-Undang ini, sehingga pasal-pasal yang bermasalah di Undang-Undang tentang Hak Cipta ini bisa untuk segera diselesaikan dan tujuan dari dibuatnya Undang-Undang ini memang sesuai dengan keinginan semua pihak,” kata Lasarus di Ruang Fraksi PDIP, Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Selasa (11/11/2025).

Ketua Komisi V DPR RI ini mengungkapkan, dalam audiensi itu, VISI menyampaikan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan RUU tentang Hak Cipta. Salah satunya, perihal beberapa pasal yang belum mengakomodir keinginan dari pekerja seni.

“Prinsipnya, yang sudah kami diskusikan tadi, ada sistem yang tidak berjalan dengan baik, sehingga royalti itu tidak sampai kepada yang berhak. Titik utamanya di situ, ya itu yang pertama,” ucap  Lasarus.

“Yang kedua, kemudian kita akan berdiskusi lebih lanjut untuk membedakan mana ruang sosial, mana ruang bisnis terkait dengan royalti ini. Ya ini juga akan dipisahkan secara baik nanti di rencana revisi ini,” timpalnya.

Lasarus mengatakan, bila Baleg DPR RI juga telah mengagendakan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan VISI pada hari ini, Selasa (11/11). Baleg rencananya memanggil organisasi pekerja seni lain untuk menerima masukan terkait RUU tentang Hak Cipta.

Lasarus mengingatkan agar pemerintah benar-benar terbuka menerima aspirasi dari masyarakat, khususnya VISI dan organisasi pekerja seni lainnya dalam menyusun draft RUU tentang Hak Cipta.

Lasarus mengatakan, Fraksi PDIP DPR RI berharap aturan yang disusun dalam RUU Hak Cipta bisa mengakomodir keinginan semua pihak. Paling penting, lanjut dia, payung hukum itu bisa memberi rasa adil bagi industri musik Tanah Air.

“Karena tujuannya sama sebetulnya, bagaimana soal hak cipta ini yang berhaknya mendapatkan sebagaimana mestinya, di ruang mana yang boleh ditagih oleh apa namanya secara bisnis, bisa ditagih hak ciptanya, kemudian yang mana yang sosial misalnya kita di ruang publik, yang ya misalnya kita menyanyi sekedar senang-senang sendiri, masa itu ditagih oleh teman-teman misalnya dari pencipta lagu dan seterusnya. Ini harus dibedakan secara baik di revisi itu,” tegas Lasarus.

Sementara itu, Ariel Noah mengamini bila kedatangan pihaknya ke Fraksi PDIP DPR RI untuk menyampaikan sejumlah persoalan terkait hak cipta. VISI berharap Fraksi PDIP DPR RI bisa mengawal proses penyusunan RUU tentang Hak Cipta.

“Jadi kita butuh kepastian itu biar cepat selesai, biar semua orang merasa nyaman untuk bernyanyi, pencipta lagu mendapatkan haknya juga,” pungkas Ariel.***

Baca jugaFraksi PDIP Nilai Gugatan Mentan Amran terhadap Tempo Ancam Kebebasan Pers

Scroll to Top