BOGOR, KORAN INDONESIA – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H Wasto S Hut, M.Pd bersama Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, Kepala desa Sinarsari, Ukon secara resmi membuka car free day tingkat Kabupaten dalam rangka HUT Korpri yang ke – 54.
Diketahui, car free day tingkat kabupaten secara serentak dilaksanakan di 16 Kecamatan, termasuk salah satunya Kecamatan Dramaga, yang dipusatkan di jalan utama Perumahan Alam Sinarsari, Minggu, 30/11/2025.
Ratusan masyarakat berduyun – duyun datang ke area komplek perumahan untuk mengikuti Car Free Day. Dalam giat tersebut masyarakat melakukan aktivitas olahraga seperti jogging, senam, kumpul bareng komunitas sambil menikmati jajanan kuliner yang dijajakan para UMKM.
H Wasto, S Hut menyambut baik dan mendukung program pemerintah untuk membuat warganya aman, nyaman dan sejahtera. Dengan kegiatan CFD ini warga bisa berkumpul sehingga interaksi sosial dan kekeluargaan meningkat, dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh.
Hari ini lanjut Wasto merupakan hari Anti Korupsi sedunia, dalam kesempatan itu, ia mengajak semua elemen bangsa untuk secara bersama – sama semakin semangat untuk menjauhi, menghindari dan mencegah tindak pidana korupsi.
“Mari kita sama – sama mencegah terjadinya praktik tindak pidana korupsi, baik secara individu maupun kelompok,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Dramaga Atep S Sumaryo mengatakan bahwa car free day pertama tingkat Kabupaten Bogor dalam rangka HUT Korpri ke – 54. Dilaksanakan di jalan utama perumahan Alam Sinarsari.
“Dan Alhamdulillah masyarakat begitu antusias mengikuti kegiatan yang baru pertama kali diadakan. Kami harapkan melalui Car-free day interaksi sosial masyarakat bisa tumbuh, ekonomi bisa meningkat dan yang paling penting selama dua jam kita bisa mengurangi gas emisi dari kendaraan,”ujarnya.

Ketika disinggung car free day dilaksanakan secara rutin setiap Minggu, Atep menyebut masih menunggu arahan dari Bupati Bogor. Dan kalau memang disepakati bisa saja dilakukan setiap Minggu di sini atau berputar ke masing – masing desa.
“Kita tunggu arahan pak Bupati, namun apabila masyarakat menginginkan dilaksanakan secara rutin setiap weekend ya kita akan akomodir, karena giat ini cukup bagus walau durasi waktu hanya dua jam tetapi pergerakan masyarakat dan pergerakan ekonomi nyata terlihat,” tegasnya.
UMKM desa Sinarsari
Sementara itu, Kepala desa Sinarsari giat car free day di perumahan Alam Sinarsari ini cukup bagus, warga banyak yang datang, jalan utama komplek ini kan dari depan sampai ke ujung belakang memiliki panjang sekitar 1 kilometer, jadi kalau Jogging dan jalan santai bolak balik itu udah 2 kilometer.

Giat car free day ini jadi meriah, karena dihadiri para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) desa Sinarsari. Kurang lebih sekitar 40 pedagang yang turut berjualan di car free day.
“UMKM ada sekitar 40 mereka berjualan dari mulai bubur ayam, peyek, gorengan, nasi uduk, nasi kuning, Sempol ayam, aneka kue basah, kering, dimsum, ketoprak, ada juga yang obral tas,” katanya.
Pihaknya tentu akan memfasilitasi jika masyarakat menginginkan giat seperti ini dilakukan setiap hari Minggu, maka pemerintah desa akan mendukung.
“Kita pasti mendukung keinginan masyarakat, sepanjang bisa disepakati semua pihak, karena giat ini sesungguhnya bagus, badan bisa sehat, ekonomi masyarakat tumbuh,” tegas Ukon.
Terpisah di lokasi yang sama Ketua DPC Pemuda Pancasila, Suhendar mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk giat saat ini car free day.
“Kami menjadi bagian dari kegiatan ini, turut menjaga, mengawasi, dan mengamankan kendaraan milik warga juga turut membantu lalu lintas kendaraan, semua itu kami lakukan agar car free day itu lancar aman dan nyaman,” katanya.
Car free day itu artinya bebas dari kendaraan bermotor, namun saat pelaksanaan kegiatan itu, lokasi car free day masih saja dilalui kendaraan mobil dan motor. Hal tersebut ketika dikonfirmasi kepada Ketua RW 04 Perumahan Alam Sinarsari, H Madsari, Ia menyampaikan permohonan maaf, pertama waktu untuk sosialisasi ke masyarakat sangat pendek, hanya dua hari.
“Karena sosialisasi waktunya sangat pendek, dan kedua warga kami banyak melakukan aktivitas yang sudah terjadwal sebelumnya, jadi pada pelaksanaan car free day pertama kali diadakan di komplek kami tidak 100% bebas kendaraan bermotor. Oleh karena itu kami atas nama pengurus RW 04, mewakili masyarakat menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas kekurang nyamanan dalam giat Car Free Day,”pungkasnya.***



