BOGOR, KORAN INDONESIA – Warga keluhkan Jalan Kabupaten yang melintas di desa Ciherang kaum, desa Ciherang Kecamatan Dramaga dan Kp Ciherang Cutak, desa Ciapus, Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor mengalami rusak parah yang sudah menahun belum juga diperbaiki pihak terkait.
Kerusakan parah semakin menjadi saat musim hujan seperti saat ini, jalan berlubang semakin membesar dan digenangi air, hingga tidak nyaman untuk pengendara, juga warga sekitar, jalan becek dan membahayakan warga.
Diketahui, pada awal tahun 2025, dinas PUPR telah melakukan upaya perbaikan, dengan aspal hotmix pada ruas jalan Ciherang kaum melalui anggaran pemeliharaan, namun diduga karena tidak adanya saluran drainase, aspal hotmix kembali rontok, dan jalan kembali hancur.
Kepala desa Ciherang, Suherwin SH saat dikonfirmasi di kantornya membenarkan jalan kabupaten yang melintas di Kp Ciherang Kaum sepanjang kurang lebih 1 kilometer saat ini kondisinya rusak parah, berlubang di sana sini membahayakan pengendara dan tidak nyaman untuk dilalui.
Menurut Suherwin Pemkab Bogor melalui dinas PUPR telah melakukan upaya perbaikan dengan aspal hotmix jalan tersebut, namun tidak bertahan lama, hanya selang beberapa bulan jalan mengalami rusak kembali.
Jalan diurug puing bangunan
Dimusim penghujan seperti saat ini, kerusakan jalan semakin meluas, oleh karena itu upaya pemerintah desa Ciherang agar jalan berlubang tidak semakin dalam dan makin meluas, pihaknya melakukan upaya pengurukan.
“Kami melakukan pengurukan jalan menggunakan material puing bekas bangunan agar lubang jalan tidak semakin dalam dan jalan rusak tidak meluas, dan ini upaya yang kami lakukan hanya bersifat sementara, ada sekitar 5 truk engkel jalan berlubang kami urug,” tegas Suherwin Selasa, 13/01/2026.
Tentunya puing urukan ini sifatnya sementara agar jalan yang berlubang yang mengancam keselamatan warga terutama pengendara motor, sedikitnya permukaan jalan menjadi rada rata.
“Kami berharap kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) melalui dinas terkait segera memperbaiki jalan rusak di Jalan Ciherang yang sudah banyak dikeluhkan warga di tahun 2026 ini dengan betonisasi,”ujarnya.
Sementara itu, petugas UPT Jalan dan Jembatan Kecamatan Dramaga, Hadi Mubarok saat dikonfirmasi Koran Indonesia via telepon mengatakan bahwa pada awal Maret 2025, pihaknya telah melakukan upaya perbaikan jalan dengan aspal hotmix, namun diduga jalan tersebut belum adanya saluran drainase yang memadai, sehingga ketika hujan turun air tumpah e ah di jalan, sehingga aspal hotmix tidak kuat dan hancur kembali.
Selanjutnya Ia juga mengungkapkan bahwa di tahun 2025 pihaknya juga telah menginventarisir kerusakan jalan dari mulai ujung jalan Ciherang yang sudah dibetonisasi sampai perempatan jalan dekat bukit air di desa Ciapus, Kecamatan Ciomas sepanjang 2 kilometer, menurut rencana akan dibangun di tahun 2026.
“Kami sudah menginventarisir bersama konsultan perencanaan, dan sudah kami ajukan ke Pemerintah Kabupaten Bogor, syukur – syukur pengajuannya di ACC 100% kalau tidak barangkali kita akan laksanakan skala prioritas pada bagian jalan yang rusak parah,”tegas Hadi.
Suara Masyarakat
Kerusakan jalan Ciherang kaum dan Ciherang Cutak banyak dikeluhkan warga, salah satunya Daos warga RT 03/05 Kp Ciherang Cutak, desa Ciapus Kecamatan Ciomas mengatakan jalan rusak ini sudah lebih dari satu tahun belum diperbaiki.
Selain membuat warga sekitar lokasi tidak nyaman, becek dan licin juga membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara motor sudah banyak yang jatuh.
“Banyak yang celaka dan juga banyak anak sekolah yang lewat jalan ini, mereka ada yang jalan kaki, dan sepatu mereka menjadi kotor dan basah karena jalannya sudah tidak ada pilihan,” ujarnya.
Pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan rusak ini, secepatnya di tahun ini, “Kami sudah jenuh dan bosan dengan kondisi jalan rusak kotor dan becek seperti ini, padahal jarak dari kota Bogor cukup dekat, jarak ke kantor kecamatan juga sangat dekat, Ironis jalannya hancur mirip kubangan hewan,”pungkasnya.***




