JAKARTA, KORAN INDONESIA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Bane Raja Manalu menyoroti kinerja PT Pertamina (Persero) dalam mengantisipasi dan menangani kelangkaan BBM, khususnya setelah bencana di beberapa daerah Sumatra Utara (Sumut).
Menurut Bane, kelangkaan BBM yang masih terjadi setelah dua pekan, menghambat distribusi bantuan serta mobilitas masyarakat.
“Sudah dua pekan bencana berlangsung, namun kelangkaan BBM masih belum teratasi. Bantuan dan aktivitas warga terhambat, sehingga Pertamina harus serius menangani kondisi ini,” kata Bane dalam keterangan persnya di Jakarta, dikutip Kamis (11/12/2025).
Bane menegaskan, penanganan bencana akan efektif ketika BBM tersedia bagi masyarakat. Pertamina, lanjut dia, harus bekerja ekstra dalam menghadirkan solusi nyata dan menjaga stok BBM saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Maka pengadaan BBM ke Sumut harus dilakukan dengan segala upaya, termasuk lintas moda. Susah lewat darat, gunakan jalur laut atau udara karena ini bukan kondisi normal dan perlu kerja ekstra,” ucapnya.
Dari penelusuran, terang Bane, kelangkaan BBM di sejumlah daerah Sumut sudah sangat memprihatinkan. Kata dia, antrean panjang di SPBU mencapai lebih dari lima jam. Kondisi ini terjadi ketika warga hanya ingin menunggu giliran mengisi BBM.
Menurut Bane, jika mencari alternatif, masyarakat justru terbebani harga BBM eceran yang melambung tinggi. Di Dairi dan Pematangsiantar, Bane mencontohkan, harga Pertalite menyentuh Rp20.000-Rp25.000 per liter, Solar dijual Rp12.000-Rp15.000 per liter.
Kondisi lapangan ini, kata Bane, berbeda dengan pernyataan Pertamina mengenai pasokan BBM. Pertamina sebelumnya menyebut ketersediaan BBM sudah terkendali di wilayah tersebut.
“Dengan kondisi memprihatinkan ini, maka layak kita mempertanyakan kinerja Pertamina. Jika tak mampu kerja sebaiknya direksi Pertamina dievaluasi,” ucapnya lagi.
Kemudian, Bane menambahkan, ketika ketersediaan BBM bermasalah, mobilitas masyarakat otomatis terhambat. Menurutnya, jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Masalah BBM ini jangan diremehkan karena dampaknya memengaruhi banyak hal. Utamanya untuk penanganan di lokasi bencana, dan percepatan pemulihan dampaknya,” pungkas Bane.***
Baca juga: Malaysia Resmi Turunkan Harga BBM RON 95



