BOGOR, KORAN INDONESIA – Curah hujan sepekan terakhir dengan intensitas deras disertai angin yang mengguyur kawasan desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor mengakibat enam rumah warga ambruk, dua diantaranya rata dengan tanah.
Menurut keterangan Ketua RT, Peristiwa itu terjadi saat hujan deras disertai angin pada Jumat, 19/12/2025 sekitar pukul 15.00 WIB rumah milik ibu Tini (67) dan Ibu Mardianah (50) mengalami rusak pada bagian atap, keduanya adalah warga RT 02 RW 02 Kp Babakan desa Petir Bogor. Dari dua KK sedikitnya 7 jiwa terdampak.
Kejadian serupa juga terjadi di wilayah RT 06 RW 02 menimpa rumah milik Ibu Tati, dan Ibu Endah ambruk rata dengan tanah, beruntung saat peristiwa itu terjadi penghuni rumah terdiri dari 2 KK 7 jiwa sudah pindah baru 3 hari ngontrak rumah.
Dan satu rumah milik Enung sebagian atapnya hancur, badan rumahnya jebol tertimpa reruntuhan rumah Ibu Tati dan Ibu Endah.Dan Enung terdiri 1 KK 4 jiwa terdampak.
Musibah terjadinya rumah ambruk sampai ke telinga Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H Wasto S Hut, M.Pd. Ia langsung meninjau rumah yang terkena bencana di dua titik lokasi di desa Petir, Kecamatan Dramaga.

Dalam kunjungannya Ia didampingi Kepala desa Petir yang diwakili Alfi dan Rendi serta Ketua RT setempat. Saat kunjungan Ketua DPD PKS, Kades Petir sedang ada di luar kota.
Disela kunjungannya menyambangi keluarga terdampak Wasto menyampaikan rasa keprihatinannya atas musibah yang menimpa beberapa keluarga di desa Petir Bogor. Semoga para keluarga yang tertimpa musibah diberikan kesabaran dan warga terdekat diharapkan dapat memberi empaty.
“Kita berdoa kepada Allah SWT kejadian musibah seperti ini tidak terulang kembali,” Katanya.
Pihaknya berjanji akan segera mengupayakan perbaikan rumah – rumah warga yang rusak berat dan ringan agar diperhatikan, disegerakan dan seperti di ketahui dari Pemerintah Kabupaten Bogor ada program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Kita akan dorong semoga ini menjadi skala prioritas untuk disegerakan untuk dibangun kembali,”tegasnya.
Selanjutnya Ia juga meminta kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk segera menindaklanjuti agar rumah ini bisa segera dihuni kembali.
“Kami tentunya dari Komisi IV, anggota dewan dari dapil IV menyampaikan terima kasih kepada pak Camat, Pak Kades yang telah merespon cepat, melakukan tindakan penyelamatan warga terdampak di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala desa Petir H Sukardi saat dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa musibah itu terjadi pada Jumat sore kemarin. Ada lima rumah yang mengalami kerusakan dua diantaranya ambruk rata dengan tanah.Dan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pak dewan dan pak Camat yang telah merespon cepat, melihat warga Petir yang terkena musibah angin beliung saat hujan.

“Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun 5 KK terdiri dari 14 jiwa terdampak dan kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.
Dalam kesempatan itu Ia menyebut untuk sementara bantuan dari desa baru berupa sembako dan sejumlah uang saja untuk meringankan beban para korban. Sementara untuk bantuan lainnya pihaknya masih menunggu assessment dari pihak BPBD dan DPKPP.
“Kita menunggu informasi dari BPBD dan DPKPP untuk proses penanganan selanjutnya, yang jelas ini butuh proses,”tegasnya.
Camat Dramaga, Atep S Sumaryo saat dihubungi via telepon menyampaikan terima kasih kepada Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten yang telah merespon cepat, mengunjungi para korban yang terdampak musibah angin puting beliung saat hujan deras beberapa waktu lalu.
Untuk penanganan selanjutnya terhadap rumah para korban, pihaknya masih menunggu assessment dari BPBD dan DPKPP. Dan menurut rencana DPKPP akan datang ke TKP pada Selasa, 23/12/2025.
Kemudian di tengah cuaca extrim pihaknya mengimbau kepada masyarakat di saat hujan dan angin kencang yang merasa rumahnya terancam sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman, untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa.
“Dan kami juga meminta kepada masyarakat untuk tertib menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah terjadinya banjir dan longsor,”pungkasnya.***



