Petani Nanggerang Sukabumi Ikuti Bimtek Budidaya Tanam Edamame, Panen Perdana Mencapai 100 Ton dari Lahan 10 Ha, Simak Penjelasan Dirut PT MBI

Bagikan

SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Puluhan petani yang tergabung dalam Gapoktan pertanian desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi dan telah menjadi mitra PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kacang Edamame.

Bimtek tersebut PT MBI menghadirkan narasumber dari BRMP Biogen ( Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian). Dan tujuannya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para petani, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terkait budidaya kacang edamame.

Giat tersebut dihadiri Jajaran Direksi PT MBI, Kepala desa Nanggerang, Unang Suwandi dan jajarannya, dan berlangsung di aula serbaguna kantor desa Nanggerang Selasa, 23/12/2025.

Dirut PT MBI, Fachri Yulizar saat dikonfirmasi di lokasi lahan pertanian kacang edamame mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya Bimtek dengan narasumber dari BRMP Biogen untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta menambah ilmu bagi para petani, untuk bagaimana cara dan teknik Budidaya kacang edamame dengan baik.

“Kita lakukan Bimtek agar para petani lebih mahir bagaimana teknik menanam kacang edamame dengan baik, bisa mengenali sekaligus mencegah dari berbagai ancaman penyakit tanaman, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian khususnya kacang edamame,” katanya.

Selain itu, peserta Bimtek juga diberikan pemahaman bagaimana cara melakukan pembenihan kacang edamame, yang nantinya akan dilakukan sertifikasi.

“Sertifikasi pembenihan itu sangat penting, disamping untuk kita tanam sendiri, juga untuk memenuhi kebutuhan pasar,” tegasnya.

Budidaya Kacang Edamame

Lebih jauh Fachri menuturkan bahwa PT MBI bekerjasama dengan Pemerintah desa Nanggerang, saat ini pihaknya telah menanam kacang edamame di lahan seluas 15 hektar.

“Pada kuartal pertama tahun 2025, kami sudah panen perdana secara bertahap di lahan 10 hektar dengan benih 1 kg yang ditanam, saat panen rata-rata menghasilkan 100 kg, maka dalam 1 hektar menghasilkan 10 ton, dan pada panen perdana dari luas lahan 10 ha totalnya mencapai 100 ton,”ungkap Fachri.

Dengan adanya kerjasama dengan BRMP Biogen kalau saat ini hasilnya dalam satu hektar 10 ton. “Maka target kita dengan adanya benih unggul dalam 1 hektar bisa menghasilkan 20 ton,”Fahri kembali menegaskan.

Budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah

Lantas Fachri juga mengungkapkan selain Kacang Edamame, pihaknya juga telah menanam pisang barangan jumbo merah sejak bulan Februari 2025 lalu. Dalam satu hektar sebanyak 1.300 pohon dan targetnya 50 hektar. Dan saat ini total pohon pisang secara keseluruhan diperkirakan mencapai 10 ribu pohon.

“Tahap awal yang kita tanam di desa Nanggerang di areal 10 hektar dan saat ini hampir 70% sudah berbuah dan akan panen raya pada bulan Januari 2026,” ujarnya.

Pihaknya berharap sektor pertanian desa Nanggerang itu bisa terus tumbuh, ekonomi masyarakatnya khusus para petani bisa naik, dan dapat mendukung program pemerintah khususnya program ketahanan pangan.

Teknik Masa Tanam

Sementara itu, Soma salah satu narasumber mengungkapkan bahwa masa tanam kacang edamame saat dimusim hujan dan kemarau itu berbeda perlakuannya.

“Pada musim hujan benih yang ditanam jangan terlalu dalam, cukup pada kedalaman 3 centimeter, sebaliknya pada musim kemarau, benih ditanam agak lebih dalam,”ucapnya.

Selanjutnya Ia juga mengungkapkan agar para petani mengenali jenis penyakit yang menyerang tanaman kacang edamame, biasanya serangan penyakitnya itu ada yang menyerang akar, batang dan daun.

“Karakter penyakitnya itu berbeda – beda, ada yang disebabkan bakteri, ada juga yang disebabkan faktor suhu udara dan lain – lain,”ungkapnya.

Terpisah di lokasi yang sama, Septy Diana ( Ibu Dian) Direktur Keuangan PT MBI mengatakan bahwa Bimtek dan praktek langsung di lapangan ini sangat baik untuk para petani, apa yang terungkap dalam bimtek secara teori, bisa diaplikasikan langsung di kebun kacang edamame.

Benih Kacang Edamame unggul

Awalnya kata Ibu Dian pihaknya tidak mengetahui benih unggul itu seperti apa, asal usulnya juga tidak tahu, Alhamdulillah setelah mendapat penjelasan BRMP Biogen, jadi tahu semuanya.

“Setelah kita tahu semuanya, kedepan para petani bisa mengaplikasikannya di lapangan dan kita harapkan bisa meningkatkan produktivitas dengan kualitas yang baik,”pungkasnya.***

Scroll to Top