Legislator PDIP Dorong Pemerintah Prioritaskan Pemenuhan Dokter Spesialis

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Edy Wuryanto
Bagikan

Legislator PDIP Dorong Pemerintah Fokus Pemenuhan Tenaga Medis Spesialis

JAKARTA, KORAN INDONESIA – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Edy Wuryanto menyarankan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah dokter umum, tetapi juga memprioritaskan pemenuhan tenaga dokter spesialis yang distribusinya masih sangat timpang.

Menurutnya, kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sudah sangat mendesak.

“Yang paling mendesak justru pendidikan tenaga medis level spesialis. Kita butuh pembukaan program pendidikan dokter spesialis, baik berbasis universitas maupun rumah sakit pendidikan, terutama untuk menjawab kebutuhan di daerah 3T,” ungkap Edy dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Edy juga menyinggung risiko kapitalisasi pendidikan kedokteran jika penambahan Fakultas Kedokteran (FK) baru tidak disertai intervensi biaya oleh negara.  Ia mengaku khawatir pendidikan kedokteran hanya akan menjadi konsumsi masyarakat kelas atas karena biayanya yang sangat mahal.

“Kalau FK terus ditambah tapi biaya kuliahnya mahal, kita sedang menciptakan ketidakadilan baru. Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan makin sulit menjadi dokter,” ujarnya.

Politisi PDIP ini mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menambah anggaran riset hingga Rp4 triliun, namun ia mendorong agar alokasi beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu juga ditingkatkan secara signifikan.

Menurut Edy, rasio dokter nasional tidak akan pernah ideal jika akses pendidikan tetap eksklusif dan mahal.

“Rasio dokter tidak akan tercapai kalau akses masuk pendidikan kedokteran tidak diperluas. Tugas pemerintah adalah memastikan biaya kuliah terjangkau dan beasiswa tersedia bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin menjadi dokter,” tuturnya.

Kata Edy, Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar tercipta keseimbangan antara kuantitas, kualitas, pemerataan distribusi, hingga keadilan akses bagi seluruh anak bangsa.***

Baca jugaMenu MBG Dibahas dalam Rakor Bidang Pendidikan di Dramaga Bogor, Menu Makanan Dikeluhkan Orang Tua Murid

Scroll to Top