BANDUNG, KORAN INDONESIA – Di dunia usaha, model bisnis adalah kerangka atau cara yang krusial untuk sebuah perusahaan dalam menciptakan, menyampaikan dan memperoleh nilai dari produk atau jasa yang ditawarkan.
Dan memilih model bisnis yang tepat menjadi penting karena berpotensi besar dalam menentukan keberhasilan dan keberlanjutan suatu usaha.
Ditambah, seiring berkembangnya teknologi dan berubahnya perilaku konsumen, model bisnis yang ada menjadi semakin banyak.
1. Model Bisnis Manufaktur
Model bisnis ini memiliki fokus dalam memproduksi barang dari bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.
Setelah itu, produk tersebut akan dijual ke distributor, pengecer atau langsung ke konsumen.
Contoh: pabrik makanan, perusahaan otomotif dan industri pakaian.
2. Model Bisnis Distributor
Distributor memiliki peran sebagai perantara antara produsen dengan pengecer atau dengan konsumen akhir.
Dan keuntungan yang diperoleh model bisnis seperti ini berasal dari selisih harga beli dan harga jual.
Contoh: distributor alat kesehatan, distributor bahan bangunan dan distributor kebutuhan-kebutuhan pokok.
3. Model Bisnis Ritel
Model bisnis ini bergerak dengan cara menjual produk langsung ke konsumen akhir dalam jumlah kecil.
Untuk bentuk ritel sendiri, bisa berupa toko fisik maupun online.
Contoh: minimarket, toko pakaian dan e-commerce.
4. Model Bisnis Franchise
Franchise memungkinkan seseorang menjalankan usaha dengan merek, sistem dan standar yang sudah ada.
Sehingga pemilik franchise perlu membayar biaya lisensi atau royalti kepada merek tertentu.
Contoh: pride chicken, mixue dan laundry waralaba.
5. Model Bisnis Berlangganan (Subscription)
Model bisnis ini akan mengambil keuntungan dari konsumen yang ingin masuk ke aplikasi maupun membuka fitur-fitur premium.
Sehingga konsumen perlu membayar secara berkala (bulanan atau tahunan) untuk mendapatkan produk atau layanan yang diinginkan.
Contoh: Netflix dan layanan software (SaaS) seperti Creative Cloud.
6. Model Bisnis Freemium
Hampir sama dengan model bisnis berlangganan akan tetapi model bisnis ini memiliki perbedaan di produk utama.
Model ini akan menawarkan layanan dasar secara gratis, tetapi fitur lanjutannya hanya bisa diakses dengan membayar.
Contoh: CapCut, Mobile Legends dan Google Drive.
7. Model Bisnis Marketplace
Marketplace adalah model bisnis yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu platform.
Lalu keuntungannya akan diambil dari komisi atau biaya layanan.
Contoh: Tokopedia, Shopee, Blibli dan Lazada.
8. Model Bisnis On-Demand
Model bisnis ini menekankan pada penyediaan layanan sesuai permintaan pelanggan.
Karena sesuai dengan permintaan pelanggan, biasanya model bisnis ini berbasis di aplikasi digital, sosial media atau keduanya.
Contoh: ojek online, pesan antar makanan dan jasa kebersihan.
9. Model Bisnis Iklan (Advertising)
Model bisnis ini bergerak di bidang periklanan sehingga menjadi jembatan antara pelaku bisnis dengan konsumen yang berpotensi membutuhkan produk.
Untuk pendapatannya diperoleh dari iklan yang ditampilkan kepada pengguna dan data yang diambil dari konsumen sehingga biasanya model bisnis ini perlu memiliki pengguna dengan jumlah besar.
Contoh: media online, blog populer dan YouTube.
10. Model Bisnis Sosial (Social Enterprise)
Model ini bertujuan untuk menciptakan dampak sosial selain keuntungan finansial.
Sehingga, pendapatan yang diperoleh biasanya bukan hanya dari satu sumber saja.
Contoh: usaha pemberdayaan UMKM dan bisnis ramah lingkungan.



