BANDUNG, KORAN INDONESIA – Didalam film Svaha: The Sixth Finger, selain aliran baru dalam agama Buddha yang menjadi pusat perhatian, pendeta beragama Kristen Protestan juga terlibat sebagai peran utama.
Disini, pendeta berperan sebagai seorang peneliti aliran-aliran sesat dalam agama. Sehingga selanjutnya, yang diteliti adalah aliran baru dalam agama Buddha yang tidak diketahui asal-usulnya.
Ternyata, aliran baru ini menarik perhatian pihak lain juga, yakni polisi. Meski pada akhirnya polisi tidak lagi tertarik.
Berbeda dengan pendeta yang terus mencari tahu lebih dalam dan berusaha untuk mengurai kusutnya motif yang dipegang oleh aliran ini.
Secara konsep, film ini cukup unik karena Korea Selatan memang dikenal sebagai negara yang tidak main-main dalam membuat suatu karya, salah satunya film karena terdapat proses riset terlebih dahulu.
Terlihat dari skenario-nya yang berhasil menjahit riset-riset mengenai agama Buddha dan juga isu-isu yang mungkin terjadi didalamnya.
Meski menjadi kompleks, eksekusi yang baik membuat ceritanya lebih mudah untuk dicerna.
Selain itu, anda juga akan dimanjakan dengan visualisasi ketakutan yang ada pada anggota-anggota aliran baru tersebut.
Untuk akhir cerita, meski filmnya seperti membiarkan penonton mengambil kesimpulan sendiri, tetapi sudah lengkap dan tidak menggantung.



