BOGOR, KORAN INDONESIA – Rapat Koordinasi (Rakor) digelar Forkopimcam Dramaga bersama jajaran pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan jajaran pengurus dan pengelola dapur SPPG-MBG dalam rangka menciptakan sinergitas menjalankan program strategis nasional di wilayah Dramaga Bogor.
Rakor tersebut dipimpin langsung Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, dihadiri Kapolsek Dramaga dan jajaran, Danramil Ciomas dan jajaran, Ketua paguyuban KDMP se- Kecamatan Dramaga, Ketua Paguyuban dapur SPPG-MBG se-Kecamatan Dramaga, para kepala dapur MBG, para ketua KDMP dari 10 desa se-Kecamatan Dramaga, para kepala dapur MBG se-Kecamatan Dramaga, para ketua Yayasan dan para mitra dapur MBG.
“Rakor ini kami laksanakan demi terciptanya sinergitas antara KDMP dan dapur MBG, yang keduanya sama – sama menjalankan program strategis nasional,” kata Atep S Sumaryo, Camat Dramaga Kamis, 09/04/2026.
Seperti diketahui, dapur MBG memiliki tugas suplai makanan kepada kelompok penerima manfaat (KPM) anak sekolah dan lain – lain, sementara koperasi di desain menjalankan usaha sembako dan lain – lain.
“Kami harapkan melalui rakor ini menjadi terbuka komunikasi antara keduanya, agar kebutuhan bahan baku dapur MBG bisa disuplai oleh unit usaha KDMP,” Imbuhnya.
Lalu ia mencontohkan di beberapa desa di Kecamatan Dramaga, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sudah memiliki usaha ayam petelur, telur hasil produksinya itu dibeli oleh KDMP lalu dibeli oleh dapur SPPG-MBG. Sehingga roda perekonomian di desa itu ada pergerakan dengan jaminan kualitas produk yang masih fresh.
Selanjutnya Bumdes yang lainnya juga ada yang sudah menjalankan usaha perikanan, peternakan, perkebunan, sehingga kebutuhan ikan, kebutuhan ayam Pedaging dan sayur mayur serta buah – buahan bisa diambil dari para petani melalui Bumdes.
“Kami harapkan sinergitas ini bisa tercipta, sehingga kehadiran Bumdes, KDMP dan dapur SPPG-MBG itu manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani,” Imbuhnya.
Kemudian Atep juga menyampaikan pesan jangan semua bahan baku yang dibutuhkan dapur SPPG-MBG semua produknya didatangkan dari luar, akan tetapi bisa menyerap hasil produksi pertanian, perikanan dan perkebunan lokal.
Pembangunan gedung KDMP
Saat disinggung terkait pembangunan gedung KDMP, Atep mengungkapkan dari 10 desa di Kecamatan Dramaga baru desa Dramaga yang saat ini tengah membangun gedung KDMP, yakni di lahan fasos Fasum Perumahan Dramaga Cantik.
Sembilan desa lainnya masih dalam proses pencarian lahan untuk bisa dibangun gedung KDMP, Desa Sinarsari rencananya akan menggunakan lahan fasos fasum di Perumahan Alam Sinarsari, Desa Sukadamai sedang dalam proses pengajuan pinjam pakai lahan milik Pemkot Bogor, Desa Cikarawang masih dalam proses pengajuan pinjam pakai lahan milik IPB.

“Kesimpulannya baru 1 desa yang sudah ada kepastian dan sedang proses pembangunan gedung KDMP, 9 desa lainnya masih berproses penentuan lahan yang bisa dibangun, kami harapkan sampai dengan pertengahan tahun ini semua desa sudah memiliki gedung KDMP,” tegas Atep.
Sementara itu, Ketua KDMP Sekunder se-Kecamatan Dramaga sekaligus Ketua KDMP desa Babakan, Muhammad Rifa’i mengatakan bahwa dalam rakor tersebut menyamakan persepsi melakukan kerja sama menjadi suplayer bahan baku untuk kebutuhan dapur SPPG-MBG.
“Secara umum apa yang dibutuhkan dapur SPPG-MBG, di beberapa KDMP se-Kecamatan Dramaga sudah siap, namun demikian Ia akan melakukan konsolidasi dan terus berkoordinasi dengan seluruh ketua KDMP di desa, komoditas apa saja yang sudah siap bisa suplay ke dapur SPPG-MBG,” ujarnya.

Kerjasama KDMP dengan Pihak ketiga
Lalu Rifa’i juga menegaskan, untuk memenuhi kebutuhan baku dapur SPPG-MBG, selain kerjasama dengan Bumdes pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pihak luar, yakni dengan Pertamina terkait gas Elpiji dan Bulog terkait beras dan minyak.
“Kami akan membuka link kerjasama dengan pihak – pihak suplayer besar, mengingat kebutuhan dapur SPPG-MBG itu sangat banyak, tidak mungkin bisa di cover oleh produk lokal yang dikelola Bumdes,” tandas Rifa’i.***



