BOGOR, KORAN INDONESIA – Kecelakaan kereta api terjadi di stasiun Bekasi Timur antara Kereta Api Listrik (KRL) dengan kereta api jarak jauh Agro Bromo sekitar pukul 21.00 WIB pada Senin, 27/04/2026 malam.
Dilaporkan peristiwa terjadinya tabrakan dua kereta tersebut diduga berawal dari adanya sebuah kendaraan yang mogok di pintu perlintasan dekat stasiun Bekasi Timur, tabrakan pun tak terhindarkan kereta Agro Bromo menabrak KRL dari belakang.
Akibat insiden tersebut, rangkaian gerbong KRL yang sarat dengan penumpang mengalami kerusakan, sebagaimana terlihat dalam tayangan video yang beredar di media sosial.
VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba dalam keterangannya kepada Wartawan di lokasi kejadian mengatakan bahwa dalam peristiwa kecelakaan dua kereta di stasiun Bekasi Timur antara Kereta Agro Bromo dengan KRL Commuter line mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
“Kami menyampaikan duka mendalam, dalam insiden itu 4 orang meninggal dunia di lokasi kejadian, 38 orang yang mengalami luka – luka di evakuasi ke rumah sakit terdekat, sementara 240 penumpang kereta Agro Bromo selamat dan dievakuasi kembali balik ke stasiun Gambir,” katanya.
“Kami sudah siapkan sejumlah kendaraan untuk mengangkut seluruh penumpang Agro Bromo balik ke stasiun Gambir. Dan kami pastikan jadwal pemberangkatan dari stasiun Senen maupun Gambir ditunda sementara, sampai jalur lintasan di Bekasi Timur benar – benar aman,” Anne menegaskan.
Pihaknya bekerja sama dengan TNI/Polri mengevakuasi seluruh korban dari dalam rangkaian kereta, kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat, antara lain ke RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Mitra dan pihaknya juga menyiapkan Posko pengaduan di stasiun Bekasi Timur.
“Posko ini didirikan tujuannya untuk memudahkan para keluarga korban untuk berkomunikasi melalui info posko maupun melalui kontak 121,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya insiden tabrakan kereta yang mengakibatkan 4 orang korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka – luka, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan evakuasi dan memastikan para korban jiwa dan luka mendapatkan pelayanan medis secara maksimal. Dan memastikan seluruh korban selamat dapat dievakuasi dengan baik,” pungkasnya.***



