BOGOR, KORAN INDONESIA – Tim SAR gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama TNI/Polri, Damkar dan relawan berhasil mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor di Kp Cinekol, desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Selasa, 05/05/2026.
Kapolsek Dramaga, IPTU AM Zalukhu mewakili tim SAR gabungan saat memberi keterangan kepada awak media mengatakan bahwa apabila di wilayahnya terjadi peristiwa musibah, masyarakat bisa langsung menghubungi call center 110 dan 112 gratis, posko bersama di Pemda Kabupaten Bogor.
“Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/POLRI, Damkar kami semua tidak ada ego sektoral, kami sama – sama dengan tujuan bagaimana menyelamatkan masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Ia meminta kepada masyarakat yang hadir di lokasi kejadian dan sempat memvideokan korban, untuk tidak menyebarluaskan melalui media sosial sebagai bentuk Empaty kepada korban dan keluarganya.
“Kami minta masyarakat yang merekam evakuasi korban agar tidak menyebarkannya di media sosial, dan kami minta masyarakat yang tidak ada kepentingan agar segera meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah masing – masing,” tegasnya.

Selanjutnya Ia mengungkapkan proses evakuasi korban berlangsung dari mulai jam 13.00 WIB. Berhubung lokasi longsor sulit dimasuki alat berat, sehingga proses evakuasi dilakukan secara manual dengan dibantu peralatan seadanya.
Selain itu, yang menyulitkan proses evakuasi material longsoran itu terdiri dari pepohonan, batu dan tanah yang menghimpit korban.
“Proses pencarian memakan waktu sekitar 4 jam lebih, dan sempat terkendala hujan deras, namun berkat tekad yang kuat akhirnya korban N (61) berhasil ditemukan Tim SAR gabungan pada pukul 17.15 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ucapnya.
Setelah berhasil dievakuasi dari titik lokasi longsor, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan menggunakan kendaraan mobil siaga desa.
Kronologi Peristiwa
Kemudian Kapolsek Dramaga juga ungkapkan kronologi peristiwa, korban pada saat itu bersama tiga rekannya sedang membersihkan bongkahan rumpun bambu dan memotong bambu yang menghalangi arus sungai, namun tanpa diduga terjadi longsor dari tebing ketinggian sekitar 20 meter longsor dan menimbun korban di bawahnya.
Dua orang selamat, sebelum terjadinya longsor keduanya sudah naik dari dasar sungai, namun N terlambat naik dan keburu tanah longsor terjadi.
“Akhir – akhir ini cuaca sering ekstrim, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca hujan, manakala terjadi musibah longsor dan Banjir di wilayahnya, kami minta masyarakat jangan sungkan – sungkan hubungi saja nomor 110 dan 112 agar permasalahan bisa cepat ditangani,”pungkasnya.***



