Mahasiswa Asal Kanada Kunjungi Desa Neglasari Bogor, Melihat dari Dekat Program Ketahanan Pangan, Budidaya Peternakan Domba

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Sekolompok mahasiswa asal Kanada berkunjung ke kantor desa Neglasari dalam rangka study berkaitan dengan peternakan melalui program ketahanan pangan yang didanai dari dana desa. Dalam kunjungannya mereka didampingi seorang translator dari IPB University.

Nida Penerjemah bahasa dari IPB University saat dikonfirmasi Koran Indonesia mengatakan bahwa Ia mendampingi sekelompok mahasiswa asal Kanada tujuannya untuk mengevaluasi program – program di Bogor, yang berkaitan dengan peternakan domba.

“Kami datang ke desa ini dan berbicara dengan kepala desa, karena kami tahu desa Neglasari telah bermitra dengan IPB terkait program kemitraan di sektor peternakan,” kata Nida Selasa, 12/05/2026.

Berdasarkan pantauan, empat mahasiswa asal Kanada terdiri dua wanita dan 2 laki – laki terlihat begitu serius dan bersemangat mendapat penjelasan dari Kepala desa Neglasari terkait program ketahanan pangan yang berkaitan dengan peternakan domba.

Terpisah di lokasi yang sama Kepala desa Neglasari, Yayan Mulyana menyambut baik kedatangan sekelompok mahasiswa asal Kanada. Mereka datang ke sini dalam rangka study, menanyakan ada program apa saja yang sudah dijalankan di desa Neglasari.

“Kami menjelaskan kepada mereka, bahwa program yang dijalankan oleh pemerintah desa banyak, salah satunya progran ketahanan pangan berkaitan dengan budidaya peternakan domba,” katanya.

Dijelaskan kepada mereka bahwa pertama kali program ketahanan pangan itu digulirkan pada tahun 2022 yaitu budidaya ternak domba yang bekerjasama dengan IPB University.

Tahun pertama (2022) dilaksanakannya program ketahanan pangan pada sektor peternakan budidaya dan penggemukan domba yang dipusatkan di wilayah Malangsari RT 01/01. Dan populasi domba saat itu sebanyak 85 ekor.

“Saat ini populasi domba tinggal 76 ekor, karena sebanyak 4 ekor dinyatakan mati dan 5 ekor lainnya hilang digondol maling saat hari pertama puasa lalu, ketika petugas yang menjaga ikut menunaikan shalat Tarawih, kandang dalam keadaan tidak ada yang jaga, domba hilang 5 ekor,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Yayan program ketahanan pangan di tahun 2023, masih direalisasikan pada sektor peternakan domba, hanya di tahun ini tidak disentralistik di satu wilayah tetapi di pecah ke beberapa wilayah RW di desa Neglasari.

“Kami bagi di tiga wilayah RW yakni di RW 04 populasinya 36 ekor, RW 05 sebanyak 40 ekor dan RW 06 sebanyak 20 ekor,” katanya.

Populasi domba ketahanan pangan sampai saat ini dari tiga wilayah RW tersebut ada yang bertambah ada yang berkurang, khusus di wilayah RW 06 populasinya berkurang, selain mati juga beberapa domba hilang digondol maling.

“Total populasi domba program ketahanan pangan sebanyak 96 ekor dan masih bertahan hingga sekarang,” pungkasnya.***

Scroll to Top