BOGOR, KORAN INDONESIA – Tani Merdeka Indonesia wilayah Kecamatan Dramaga turut serta memeriahkan dan mensukseskan Dramaga Expo HJB Bogor ke 544 dengan menggelar produk – produk olahan hasil pertanian pada tenant yang yang disediakan panitia penyelenggara Dramaga Expo Kamis, 21/05/2026.
Ketua Tani Merdeka Indonesia wilayah Kecamatan Dramaga, Sudarno menuturkan kepada Koran Indonesia.net bahwa keterlibatannya dalam Dramaga Expo HJB Bogor ke 544 berkat undangan pak Camat Dramaga, Atep S Sumaryo untuk mengisi tenant/stand untuk menjajakan produk – produk pertanian tani merdeka Indonesia.
“Kami memang baru di wilayah Dramaga, dengan pengakuan dari pimpinan wilayah semoga pemerintah bisa lebih menghargai, mendukung perjuangan para petani. Ini menjadi sebuah pemantik bagi kami untuk terus bisa berkolaborasi dengan Pemerintah dalam rangka memajukan pertanian khususnya di wilayah Dramaga,” katanya.
Insya Allah dengan adanya dukungan dari pemerintah, para petani di Kecamatan Dramaga bisa bersinergi, maju dan berkembang untuk mensejahterakan masyarakat khusus di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor.
Selanjutnya Sudarno mengungkapkan bahwa sekretariat Tani Merdeka Indonesia wilayah Dramaga ada di Jalan Kampus Dalam desa Babakan, dan telah memiliki 10 Kordes Petani dari 10 desa se-Kecamatan Dramaga,” ucapnya.

Sudarno, Ketua Tani Merdeka Indonesia wilayah Kecamatan Dramaga/Asof/Koran Indonesia//
Warga masyarakat yang ada kepentingan dengan pengurus Tani Merdeka Indonesia silahkan datang ke sekretariat atau bisa berkoordinasi dengan Kordes – Kordes di desa masing – masing.
“Kordes sudah kami Lantik, diharapkan para Kordes menunjukkan kinerja bagus dengan merangkul kelompok – kelompok tani di desa masing – masing, bisa menciptakan produk pangan unggul dan bisa mendukung swasembada pangan nasional dan juga mendukung program strategis nasional lainnya seperti KDMP dan Makan Bergizi Gratis (MBG),” Imbuhnya.
Lahan Pertanian di Kecamatan Dramaga
Kemudian Sudarno juga menjelaskan terkait lahan pertanian di wilayah Kecamatan Dramaga, lahan yang bisa ditanami padi hanya seluas 30% dan 30% pertanian hortikultura (Palawija) 40% pemukiman dan perumahan dari seluruh lahan yang ada.
“Jadi lahan pertanian basah dan kering itu 60%, lalu bagaimana dengan lahan seluas itu bisa meningkatkan produktivitas pertanian,” ucapnya.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, jangka pendek pihaknya akan menggenjot para petani dari sektor pertanian dan perikanan serta peternakan. Namun saat ini fokus pada pertanian dan perikanan, kedepan ketiganya termasuk peternakan akan digarap semuanya.
“Dari sektor pertanian kita sudah menghasilkan salah satunya umbi – umbian dan dari perikanan kita sedang budidaya ikan gurame jenis kapas, soang dan gurame Padang, selain itu ada juga ikan hias yakni ikan koi yang hari ini kita pamerkan di acara Dramaga Expo dan Alhamdulillah semua produk yang kita bawa habis terjual,” tegasnya.
Dramaga Expo merupakan titik awal untuk pengurus Tani Merdeka Indonesia (TMI) memperkenalkan diri kepada masyarakat, pihaknya akan terus bekerja mensosialisasikan kepada masyarakat melalui Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) agar TMI ini bisa dikenal masyarakat khususnya di Dramaga.
“Sesuai dengan visi misi, kami hadir sebagai pelindung, pembimbing petani, bertani itu indah, bertani itu ibadah dan bertani itu kuat. Dan kami atas nama pengurus Tani Merdeka Indonesia mengucapkan selamat hari jadi Bogor (HJB) ke 544, dari Dramaga untuk Kabupaten Bogor, Dari Bogor untuk Indonesia,”tandasnya.***



