Bupati Bogor Rudy Susmanto Melaksanakan Tawasul dan Doa Bersama di Rumah Sejarah Bupati Pertama Masa Revolusi di Malasari Nanggung Bogor

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Bupati Bogor, Rudy Susmanto beserta rombongan tiba di Pendopo Rumah Sejarah Eks Bupati Bogor pada masa revolusi, Raden Ipik Gandamanah di desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Selasa, 02/06/2026 malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Diketahui Raden Ipik Gandamanah pada awal karirnya sebagai Patih Bogor pada tahun 1946 dan dilantik menjadi Bupati Bogor pertama pada 19 Juni 1948. Dan menjadi Gubernur Jawa Barat periode 1956 – 1960 serta pernah menjabat sebagai Menteri dalam negeri (Mendagri) pada 1959 – 1964.

Rombongan Bupati Bogor disambut Camat Nanggung, AE Saepuloh dan Kepala desa Malasari, Andi Zaenal Firdaos serta tokoh masyarakat dan alim ulama setempat. Dipimpin salah satu pemuka agama Bupati Bogor melaksanakan tawasulan, dzikir dan doa bersama mendoakan wabil khusus untuk almarhum Raden Ipik Gandamanah Bupati Bogor pertama, umumnya para pemimpin Bogor terdahulu, agar diterima iman Islamnya diampuni segala dosa dan kesalahannya dan ditempatkan dibtempat mulia di sisiNYA.

Sebagai bentuk syukur kepada yang maha kuasa, acara tersebut juga ditandai dengan pemotongan tumpeng, agar kabupaten Bogor semakin maju, rakyatnya makin sejahtera, ekonomi tumbuh dan pembangunan berjalan lancar.

Keuangan Bupati Bogor disambut ribuan masyarakat desa Malasari dan sekitarnya, mereka berebut dengan orang nomor 1 di Kabupaten Bogor, suasananya terlihat begitu hangat, sang Bupati terlihat ikhlas mengalami satu persatu warganya, bahkan rela melayani foto Selfi.

Pagelaran seni wayang golek

Kedatangan Bupati Bogor juga dimeriahkan dengan pagelaran seni wayang golek semalam suntuk, pagelaran wayang golek juga merupakan rangkaian acara Hari Jadi Bogor (HJB) ke 544.

Menurut Kepala desa Malasari, Andi Zaenal Firdaos rangkaian acara HJB Bogor ke 544 digelar seni wayang golek, tujuannya untuk mempertahankan kesenian budaya Sunda yang kini mulai tergerus seiring dengan perkembangan zaman.

“Dalam menyambut HJB Bogor ke 544 kita menggelar pentas seni wayang golek, selain untuk mempertahankan seni budaya Sunda juga mengingatkan kembali kepada masyarakat khususnya generasi muda bahwa Sunda itu memiliki kesenian wayang golek yang pernah Hits di zamannya, oleh karena itu agar seni wayang golek ini tidak punah, kita perkenalkan kembali kepada anak anak muda zaman sekarang, agar tetap lestari,” pungkasnya.***

Scroll to Top